Rumah Merah Putih, Nilai Kuat Persahabatan

Rumah Merah Putih, Nilai Kuat Persahabatan
Vier Abdul Jamal, senior stock trader (kedua dari kanan), berbincang dengan sutradara film Rumah Merah Putih, Ari Sihasale (kiri), produser Nia Sihasale (kedua dari kiri), Bunda Maya (tengah) dan Ustad HA Nurul Huda Haem (kanan) seusai nonton bareng Rumah Merah Putih di Kemang Village, Kamis (22/8/2019). ( Foto: Investor Daily/F Rio Winto )
F Rio Winto / RW Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:35 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Film Rumah Merah Putih menyuguhkan kisah inspiratif. Pesan cinta Tanah Air pun begitu kuat melekat dalam film garapan Alenia Pictures itu.

Fokus cerita film Rumah Merah Putih menggambarkan kejadian jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang berlatar di kawasan perbatasan Indonesia di Kabupaten Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah Merah Putih bercerita tentang Farel dan Oscar, yang diperankan oleh anak NTT asli yakni Petrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao. Meski hidup sederhana di perbatasan, mereka memiliki rasa cinta pada Tanah Air yang sangat dalam.

Secara garis besar, Rumah Merah Putih bukan hanya membuka mata tentang potret kehidupan masyarakat perbatasan Indonesia. Lewat kisah tentang dua bocah yang berpetualangan demi dua kaleng cat ini, sutradara Ari Sihasale mengusung kuatnya nilai persahabatan, budaya, gotong royong, serta rasa cinta pada Tanah Air.

“Luar biasa film Rumah Merah Putih. Saya sampai terharu. Film ini mengingatkan saya pada masa kecil. Pesan dari film ini adalah tentang mimpi, motivasi dan inspirasi. Saya selalu berkata 98% yang Anda pikirkan pasti akan terjadi. Dalam acara nonton bareng ini, saya juga mengajak Ustad HA Nurul Huda Haem dan anak-anak Pesantren Motivasi. Semua ini difasilitasi Bunda Maya,” jelas Vier Abdul Jamal, senior stock trader, kepada Investor Daily di Kemang Village, Kamis (22/8/2019).

Dalam kesempatan itu, hadir pula pemeran film Rumah Merah Putih, Yama Carlos, Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen, sang produser.

“Saya berharap film Rumah Merah Putih semakin meningkatkan rasa cinta terhadap Tanah Air,” jelas Ari Sihasale.

Menurut Nia Sihasale Zulkarnaen, film Rumah Merah Putih juga menampilkan aksi heroik Joni, bocah yang memanjat tiang bendera demi merah putih bisa berkibar pada upacara 17 Agustus tahun lalu di lokasi yang sama.

Dari segi sinematografi, penonton dibuat terpukau oleh pemandangan Desa Belu yang menakjubkan. Musik yang mengiringi pun terasa cukup tepat. Selain menjadi suguhan hiburan, Rumah Merah Putih layak dan patut ditonton demi menumbuhkan rasa persatuan Indonesia.



Sumber: Investor Daily