Kerinduan Dian Sastro Menatap Mata Anaknya

Kerinduan Dian Sastro Menatap Mata Anaknya
Aktor yang juga pengusaha, Dian Sastrowardoyo bersiap melakukan debutnya sebagai produser bekerja sama dengan BASE Entertainment. ( Foto: Istimewa )
Chairul Fikri / FMB Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai seorang ibu, aktris Dian Sastrowardoyo mungkin tak pernah menyangka kondisi dirinya diberikan Tuhan sesuatu yang spesial dari anak pertamanya, Syailendra Naryama. Pasalnya, dirinya melihat perkembangan putra pertamanya itu tak seperti perkembangan anak kecil pada umumnya. Dian melihat putranya sedikit berbeda seperti anak kecil kebanyakan dengan jarangnya dirinya melakukan kontak mata dengan sang anak. Hal itulah yang kemudian membangkitkan keingintahuannya tentang anak-anak berkebutuhan khusus. Hal itu diungkapkan wanita kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982 itu saat berbincang dengan sejulah media di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

"Waktu itu saya bisa menilai anak saya spesial sejak dia berumur delapan bulan, dan saya melihat ada tujuh dari ciri anak berkebutuhan khusus. Dia nggak ada ketertarikan, kemampuan untuk melakukan. Dia nggak bisa niup, itu sampai latihan berkali-kali untuk ngelakuin gerakan motorik kecil. Dia juga jarang mau melakukan kontak mata. Hal itu yang lantas memunculkan keingintahuan tentang anak-anak berkebutuhan khusus," ungkap Dian Sastro.

Ditambahkan Dian, beberapa upaya telah dilakukannya untuk mencoba menyembuhkan kondisi anaknya yang didiagnosa mengidap penyakit autisme itu. Salah satunya adalah dengan banyak berkonsultasi dengan dokter dan rutin menjalankan beberapa terapi khusus untuk bisa menyembuhkan penyakit putranya itu.

"Saya waktu itu alhamdulillah cukup awam melihatnya dan habis itu saya kemudian memberikan dia terapi dan juga banyak bantuan dari psikolog dan juga dokter anak. Saya memberikan terapi wicara, terapi okupasi dan juga terapi perilaku buat anak saya. Hal itu saya lakukan karena saya rindu ada eye contact dengan anak saya, dan kadang kalau ngomong ini, saya sering nangis. Syukur alhamdulillah setelah melakukan serangkaian terapi dan konsultasi termasuk kesigapan saya dalam melihat kondisi anak, dia sekarang bisa normal kembali layaknya anak-anak lain. Ucapan syukur itu yang kami keluarga selalu haturkan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com