Garin Nugroho Mengubah Kegelisahan Menjadi Mahakarya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Garin Nugroho Mengubah Kegelisahan Menjadi Mahakarya

Jumat, 30 Agustus 2019 | 10:00 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Setiap orang pasti memiliki kegelisahan dalam hidup, tetapi tidak banyak yang mau menikmatinya. Berbeda dengan Garin Nugroho Riyanto atau yang lebih dikenal dengan Garin Nugroho, kegelisahan yang berputar dalam hidupnya justru ia ramu menjadi mahakarya.

Selama 38 tahun berkarya, Garin telah mencetak lebih dari 20 karya. Sudah bisa dipastikan, pria kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1961, bukan seorang produser atau sutradara yang biasa saja. Namanya sendiri mulai melejit sejak film berjudul Cinta Dalam Sepotong Roti (1990). Sejak itu, Garin dikenal sebagai sutradara yang menghasilkan karya unik dan orisinal.

Saat membuat karya, Garin juga memiliki pendekatan gaya penyutradaraan serta penuturan cerita yang kerap berbeda di tiap filmnya. Sebut saja beberapa film yang telah ia garap, seperti Daun di Atas Bantal, Opera Jawa, Guru Bangsa: Tjokroaminoto, Aaaach...Aku Jatuh Cinta!, Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, Mata Tertutup, Soegija, dan film terbarunya yang penuh kontroversi, Kucumbu Tubuh Indahku.

Semua film yang ia buat sengaja menghadirkan rasa yang berbeda, namun tetap dengan rangkaian benang merah yang ia sengaja taruh di setiap karyanya. Garin meninggalkan jejak untuk menggambarkan mikro Indonesia dengan segala persoalan yang ada.
Sementara dalam proses mencipta, Garin mengaku selalu terinpirasi dari ketidaktentraman diri dan lingkungan sekitarnya. Untuk mengatakan sesuatu yang tidak tenteram, Garin harus kembali ke diri sendiri.

"Saya beda. Saya senang dengan sesuatu yang tidak menenteramkan diri saya. Kalau semua kehidupan jadi tenteram, kalian semua tidak akan hidup. Ibarat bayi baru lahir, dia pasti menangis bukan tertawa,” jelas Garin saat ditemui Beritasatu.com dalam diskusi “Setapak Demi Setapak: 38 Tahun Garin Nugroho Berkarya”, di Goethe-Institut Indonesia, Selasa (27/8/2019).

Karena rasa tidak tenteram ini acap kali dianggap aneh oleh masyarakat Indonesia, alhasil film Garin jarang mendapat penghargaan bergengsi di Indonesia. Namun bukan berarti film tersebut tidak laku di pasaran. Garin pun mengakui, film-filmnya punya pasar masing-masing. Hal ini pun ia buktikan, saat barisan filmnya kebanjiran penghargaan serta pujian di festival film bergengsi di luar negeri.

"Di negara ini semua hal seolah berjalan tenteram. Bila Anda membuat sesuatu yang tidak tenteram, maka harus memiliki kegilaan yang terukur. Ini yang paling susah, saat membuat karya yang mengandung ketidaktenteraman, berarti tidak berbasis hal yang umum. Dan jadilah ini menjadi sebuah produk yang langka, maka penonton dan sponsornya juga langka. Ini sudah hukum alam,” ungkapnya.

Tidak Kapok
Meski terdengar pahit, Garin merasa tidak akan pernah kapok untuk membuat karya film dengan segala kerumitannya. Ia merasa senang, jika keresahan yang ia hadirkan bisa memberikan wawasan baru kepada penonton di Indonesia untuk membenahi dilema yang ada.

Menurutnya, dilema di Indonesia sejak dulu hingga kini adalah, negeri ini selalu mengalami perubahan yang terlalu cepat, tetapi takut menerima tantangan. Dengan demikian, perlu dilakukan pendewasaan agar masyarakat bisa menjadi individu yang lebih baik lagi.

"Masyarakat diperlukan goncangan, agar dituntut untuk terus bertanya. Gelisah, itu harus kita tumbuhkan. Setiap kehidupan tidak harus melahirkan karya yang populer, tetapi juga harus memberikan pilihan. Saya pernah merasa lelah, lelah sekali. Saya selalu mengatakan, ‘Tuhan tidak bodoh, Tidak ada unsur di bumi yang tidak akan dapat tempat’,” tukasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Penayangan film Susi Susanti: Love All dan A Man Called Ahok merupakan pilihan dari para juri Beijing International Film Festival (BJIFF) 2021.

HIBURAN | 25 September 2021

Kondisi Tukul Membaik Usai Operasi Akibat Pendarahan Otak

Kondisi Tukul Arwana terus membaik setelah menjalani operasi akibat pendarahan otak.

HIBURAN | 24 September 2021

Model Cantik Karen Nijsen Ajak Tanam Herbal dan Tuai Kebaikan

Model cantik yang juga Brand Ambasador Air Mancur, Karen Nijsen mengajak konsumen untuk menanam tanaman herbal dan menuai kebaikan di Hari Pelanggan Nasional.

HIBURAN | 24 September 2021

Panjang, Ini Nama Asli Git Sigit Santoso

Git Sigit Santoso memiliki nama yang demikian panjang yaitu Bró Aa Edler Git Sigit Santoso Trvr Schneider Legio Ernita yang merupakan pemberian dari sang kakek.

HIBURAN | 24 September 2021

Pay Satukan Kembali Bagindas Band untuk Berkarya

Pay memberikan tiga lagu baru kepada Bagindas Band agar mereka dapat kembali berkarya di dunia musik.

HIBURAN | 24 September 2021

Dulux Ajak Orang Tua Dorong Kreativitas Anak dalam Berkarya

Dulux, brand cat tembok dari AkzoNobel, mendukung orang tua untuk mengembangkan kreativitas anaknya melalui media apapun dengan meluncurkan Dulux Future Artist.

HIBURAN | 24 September 2021

Ungkapan Perasaan Novi Ayla Tertuang dalam Single "Jangan Minta Sabarku"

Penyanyi jebolan KDI merilis album "Jangan Minta Sabarku" yang merupakan ungkapan perasaan pengalaman pribadinya.

HIBURAN | 24 September 2021

Terjun ke Industri Musik, Putri Bimbim Slank Mezzaluna Rilis Single Perdana

Single perdananya ini merupakan karya ciptaannya sendiri yang ditulisnya pada saat dirinya masih berusia 15 tahun.

HIBURAN | 24 September 2021

Tukul Arwana Dirawat di RS karena Pendarahan Otak

Kabar ini komedian Tukul Arwana dirawat di RS Pusat Otak Nasional akibat pendarahan otak disampaikan rekannya, Vega Darwanti lewat akun instagramnya.

HIBURAN | 23 September 2021

Ini Cara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Rawat Kesehatan Gigi Rafathar

Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengungkap upaya mereka dalam merawat gigi sang anak, Rafathar Malik Ahmad.

HIBURAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

HIBURAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings