Jakarta Gelar Festival Orkestra Terbesar di Asia Tenggara

Jakarta Gelar Festival Orkestra Terbesar di Asia Tenggara
Konferensi pers Festival orkestra dan ensemble pertama dan terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Orchestra & Ensemble Festival (IOEF) di Jakarta, Kamis (12/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Kamis, 12 September 2019 | 23:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Festival orkestra dan ensemble pertama dan terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Orchestra & Ensemble Festival (IOEF), kembali digelar pada 13-15 September 2019 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Founder dan festival director IOEF, Dr Nathania Karina, mengatakan pada gelaran keempat kalinya ini akan menampilkan 30 grup dari Indonesia dan empat diantaranya merupakan dari luar negeri. Mereka berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Salah satu dari grup asal Malaysia merupakan tim nasional remaja mereka yang akan ikut dalam festival ini," ungkap Natania di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Nathania menyebutkan, gelaran ini juga akan menghadirkan 21 penampilan dan lima special show. Dengan menghadirkan MPYO (Malaysian Philharmonic Youth Orchestra) yang merupakan salah satu orkestra remaja terbaik di Asia Tenggara di bawah asuhan Malaysian Philharmonic Orchestra, Clarquinet dari Singapura, Gusto Saxophone Quartet dari Thailand.

Ditambah lagi, musisi orkestra kelas dunia yaitu Julia Zulus (Oboe) dan Justas Stasevkij (Piano) yang secara khusus didatangkan oleh Kedutaan Besar Austria dari kota Wina.

Seluruh rangkaian acara festival yang diadakan selama tiga hari ini akan ditutup dengan Gala konser yaitu penampilan dari Home Orchestra IOEF, Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) yang baru saja menorehkan prestasi dengan meraih Gold Award di ajang World Orchestra Festival 2019 di Wina, Austria bulan Agustus lalu.

Menurut Nathania, festival ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pelaku musik orkestra dan ensemble tanah air untuk dapat saling menginspirasi dan berkenalan satu sama lain. Untuk itu, pihaknya menggelar empat sesi workshop yang tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan berbagai komunitas musik, tapi juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar tentang musik orkestra melalui berbagai workshop dan seminar yang dibimbing langsung oleh musisi profesional di bidang ini.

"Kami berusaha menyuguhkan berbagai penampilan menarik serta workshop bermanfaat yang dapat dinikmati oleh para penikmat serta pelaku industri musik, khususnya para peserta yang terlibat di dalamnya," jelas Nathania.

Dengan demikian, kata Nathania, di tengah maraknya perkembangan grup orkestra dan ensemble saat ini, IOEF bisa menjadi 'Rumahnya Orkestra dan Ensemble di Indonesia' sekaligus menjadi wadah bagi para musisi muda Indonesia untuk saling bertemu, belajar dan meramaikan dunia musik Indonesia bahkan internasional.

"Festival ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur dan motivasi bagi musisi muda Indonesia untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas bermusiknya," tutup dr Nathania.

 



Sumber: Investor Daily