Garin Nughroho Bersiap Melaju ke Academy Award 2020

Garin Nughroho Bersiap Melaju ke Academy Award 2020
Sutrada film Indonesia Garin Nugroho ( Foto: Instagram )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 19 September 2019 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sutradara Garin Nugroho bersiap melaju ke ajang penghargaan film bergengsi, Academy Award. Karya terbarunya, Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) kembali dipilih Komite Oscar 2020 atau The Indonesian Academy Awards Selection Committee untuk mewakili Indonesia dalam ajang 92nd Oscars International Feature Film Award.

Bagi Garin Nugroho, ini adalah karya kedua yang pernah dipilih untuk mewakili Indonesia di Academy Awards. Sebelumnya Daun Diatas Bantal (1998) juga pernah mewakili Indonesia di ajang yang sama.

Ketua Komite Oscar 2020 yang diketuai Christine Hakim, sebelumnya telah menyeleksi tiga film, yaitu Kucumbu Tubuh Indahku (Garin Nugroho), Ave Maryam (Robby Ertanto), dan 27 Steps of May (Ravi Bharwani).

"Pilihan yang mengejutkan dan berani, karena tema ini sensitif, namun juga menunjukan penghormatan juri pada nilai cultural diversity, yakni tiap manusia berhak hidup dalam keberagaman yang damai tanpa kekerasan, diskriminasi dan persekusi,” demikian disampaikan Garin Nugroho, dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (19/9/2019).

Garin pun berharap, terpilihnya film yang pernah menuai kontroversi ini akan berdampak pada peningkatan kebebasan berekspresi untuk perfilman di Indonesia. Setidaknya prestasi film ini bisa membuka mata untuk orang-orang atau kelompok yang menentang diputarnya film di negerinya sendiri.

Padahal ragam prestasi sudah diraih film tersebut, mulai dari penghargaan lokal hingga internasional. Di antaranya Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia, 2018), Best Film pada Festival Des 3 Continents (Perancis, 2018), dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia, 2018). Serta untuk tingkat nasional beberapa penghargaan yang telah diraih yakni Film Pilihan Tempo, Festival Film Tempo 2018, Sutradara pilihan Tempo, Festival Film Tempo 2018.

Aksi Protes
Keberadaan film Garin ini memang menimbulkan banyak aksi protes di sejumlah daerah. Film Kucumbu Tubuh Indahku sempat dipetisikan untuk diboikot karena dianggap mengampanyekan LGBT, sehingga membuat peredaran film dicekal di Kota Depok, Kubu Raya dan Pontianak.

Belum lama ini pemutaran film di Balikpapan dan Semarang juga didatangi ormas yang mengatasnamakan ormas Islam. Hal tersebut dilakukan bahkan tanpa menonton karya filmnya secara utuh.

Diungkapkan produser film Kucumbu Tubuh Indahku, Ifa Isfansyah, film diproduksi dan diedarkan sudah melalui prosedur hukum yang berlaku di Indonesia. Sangat ironis jika film yang mewakili dan mengharumkan nama Indonesia, bahkan dipilih oleh UNESCO sebagai film yang mewakili keberagaman kebudayaan, justru tidak diterima di negerinya sendiri.

"Sudah seharusnya Indonesia menjunjung tinggi keberagaman untuk menjadi bangsa yang lebih baik," ungkapnya.



Sumber: Suara Pembaruan