Tenar Selama 33 Tahun, Kunci Sukses Yovie Hanya Bahasa Indonesia

Tenar Selama 33 Tahun, Kunci Sukses Yovie Hanya Bahasa Indonesia
Yovie Widianto ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 29 Oktober 2019 | 14:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bangga berbahasa Indonesia sudah sepatutnya diterapkan oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai upaya memperkuat karakter bangsa. Hal ini bahkan sudah diamalkan oleh musisi Yovie Widianto, jauh sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63/2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia belum lama ini.

Bagi Yovie, bahasa adalah modal besar untuk menumbuhkan dan menggerakkan roda industri ekonomi kreatif di sebuah bangsa. Bahkan selama 33 tahun ia sukses menggeluti dunia hiburan juga berkat Bahasa Indonesia. Dan terbukti banyak negara sudah membuktikan kekuatan bahasa aslinya. Salah satunya adalah Korea Selatan.

"Saya berulang kali mengatakan bahwa, bahasa Indonesia adalah modal utama industri kreatif Indonesia. Beberapa puluh tahun lalu teman saya di Korea selalu menggunakan bahasa Korea mereka dengan bangga di mana pun. Sampai sekarang, akhirnya kini bahasa Korea dikenal dunia melalui karya-karya yang mereka buat,” ungkapnya saat mengisi acara di puncak Bulan Bahasa dan Sastra di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Dengan persoalan tersebut, Yovie menyebut dirinya sebagai salah satu orang yang menentang untuk mempromosikan bahasa asing di negerinya sendiri. Hal ini terlihat dari sederet karya-karya indah yang ia ciptakan untuk memajukan industri musik Tanah Air.

Pendiri grup musik Kahitna ini mengatakan itulah yang menjadi cita-citanya sebagai pemusik. Musik Indonesia tak melupakan akar bahasanya, tak perlu menggunakan bahasa Inggris atau bahasa lain agar bisa dikenal di luar negeri.

"Dari dulu menulis lagu, saya usahakan dengan menggunakan bahasa-bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan harapan karya-karya ini bisa membawa nama dan bahasa Indonesia dikenal lebih luas lagi. Itulah tantangan dan perjuangannya,” jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan