Melihat Fenomena Karaoke dari Kacamata Gofar Hilman

Melihat Fenomena Karaoke dari Kacamata Gofar Hilman
Gofar Hilman (kanan), penyiar radio yang yang juga seorang konten kreator berbincang santai degan musisi karaoke, OomLeo dalam program “Ngobam” alias Ngobrol Bareng Musisi di channel Youtube miliknya, Selasa 12 November 2019. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Selasa, 12 November 2019 | 17:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan bernyanyi memiliki akar budaya yang sangat kuat di sebagian besar masyarakat Indonesia sejak zaman dulu. Bernyanyi bukan hanya bentuk ekspresi dan komunikasi, tetapi juga alat pemersatu dalam kebersamaan. Bahkan aktivitas bernyanyi kian berkembang sebagai bahasa universal dalam budaya peradaban manusia Indonesia dari waktu ke waktu.

Belakangan, kebiasaan bernyanyi bersama ini kembali populer di kalangan anak milenial. Aktivitas yang biasa disebut karaoke semakin menggeliat dan digandrungi di ruang publik. Karaoke tak lagi hanya dilakukan di bilik-bilik tertutup, namun merambah ke area yang lebih terbuka seperti klub, pentas seni, konser, hingga festival musik besar.

Fenomena inilah yang kemudian memunculkan efek domino sehingga langsung membentuk kultur karaoke di kalangan anak muda urban di Indonesia. Musisi yang memfokuskan aksi panggungnya untuk memandu karaoke pun kian bermunculan. Dilansir dari siaran pers, Selasa (12/11/2019), Gofar Hilman, penyiar radio yang yang juga seorang konten kreator melihat fenomena  karaoke sebagai aktivitas positif. 

Dalam program Ngobam alias Ngobrol Bareng Musisi di channel Youtube miliknya, Gofar menghadirkan salah satu pelopor musisi karaoke di Indonesia, OomLeo Berkaraoke. Keduanya mengulik secara mendalam tentang kegandrungan generasi muda saat ini untuk ikut sing along berkaraoke dalam sebuah pertunjukan musik.

"Kultur karaoke itu sebetulnya Indonesia banget. Orang Indonesia itu suka bernyanyi. Kalau dulu ada namanya nembang, kemudian ada organ tunggal, berkembang lagi diiringi band live music. Sekarang aktivitas bernyanyi semakin difasilitasi dengan adanya minus one lengkap dengan lirik di situ. Maka munculah karakter asli orang Indonesia yaitu suka nyanyi,” ungkap musisi bernama asli Narpati Awangga dalam perbincangan Ngobam yang dirilis pada Minggu (10/11/2019).

Sementara menurut OomLeo, karaoke sebetulnya bukan fenomena yang datang tiba-tiba. Karaoke sudah populer di seluruh penjuru dunia. Namun kultur ini terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan musik yang semakin dinamis. Di Jakarta, tumbuh fenomena baru yang sifatnya sangat khas Indonesia, yaitu bernyanyi melantunkan lagu dalam sebuah kebersamaan dalam acara kekinian, karaoke night. Pada akhirnya kultur urban ini berkembang menjadi gerakan yang bertajuk Karaoke Anthem.

"Makanya sekarang yang lebih ngetren itu video lirik, bukan video klip. Semua musisi sekarang bikinnya video lirik, karena semua orang jadi paham liriknya dan bisa ikut nyanyi,” tambah Gofar.

Berangkat dari akar filosofi karaoke tersebut, Gofar dan temannya, DJ dari band Kasper (Instagram-@wearekasper) kemudian berinisiatif menggelar KAC atau #KaraokeAnthemChallenge. KAC dirancang menjadi sebuah program untuk generasi muda menyalurkan ambisi dan bakat mereka bernyanyi. Nantinya akan ada event bulanan yang diberi nama KAS atau #KontesAduSinging. Perdananya KAS diadakan pada 21 November 2019 di KILO Lounge, Gunawarman, Jakarta.

KAS atau #KontesAduSinging diharapkan akan menjadi ajang pilihan dari pencari bakat dan masyarakat untuk bertemu dengan para Karaoke Anthem Superstars yang akan bermunculan seiring dengan berkembangnya sub-kultur Karaoke Anthem.

"Gue dan OomLeo sepakat bahwa karaoke adalah kultur Indonesia. Buat lo yang enggak sepakat sama kami atau enggak suka karaoke, lebih baik datang di Karaoke Anthem Challenge pada 16 November di Indoestri Makerspace, dan tanggal 21 November di Kilo Lounge. Follow juga akun Instagram @wearekasper,” tandas Gofar.



Sumber: BeritaSatu.com