Kucumbu Tubuh Indahku Borong 8 Piala di FFI 2019

Kucumbu Tubuh Indahku Borong 8 Piala di FFI 2019
Aktor Muhammad Khan menyampaikan sambutan seusai menerima piala Pemeran Utama Pria Terbaik pada malam Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2019 di Jakarta, Minggu 8 Desember 2019. ( Foto: Antara Foto )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 9 Desember 2019 | 12:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah sederet penghargaan tertinggi di kancah internasional diraih, akhirnya film Kucumbu Tubuh Indahku menuai prestasi di negeri sendiri. Film yang disutradarai Garin Nugrohodan diproduseri Ifa Isfansyah dinobatkan sebagai Film Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2019, Minggu (8/12/2019).Total ada 8 penghargaan yang dibawa pulang film Kucumbu Tubuh Indahku.

Saat menerima piala Citra, produser Ifa Isfansyah berterima kasih atas apresiasi yang diberikan. Film yang menyelipkan banyak pesan budaya Jawa ini ternyata masih mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

"Saya sangat berterima kasih pada Rianto, sebab, ia sudah rela kisah hidupnya dijadikan inspirasi. Dengan piala ini, setidaknya saya sudah tidak berutang lagi pada Mas Rianto,” ucap Ifa Isfansyah di malam Piala Citra FFI 2019 di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (8/12/2019).

Selain itu, dengan kemenangan ini, Ifa Isfansyah berharap bisa menjadi simbol kebebasan dalam berkarya dan berekspresi. Ifa berharap nantinya akan semakin banyak film yang dibuat dengan mengatasnamakan kemanusiaan, menyuarakan hak yang terpinggirkan, dan menceritakan karakter-karakter minoritas.

"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan penjajahan serta penghakiman massal atas sebuah karya harus dihapuskan. Semua itu demi kemanusiaan. Merdeka film Indonesia,” ucap Ifa disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Film yang menandai 38 tahun Garin Nugroho berkarya itu juga membuat sang sutradara kawakan tersebut untuk pertama kali membawa pulang Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik. Diwakili oleh sang anak Kamila Andini, Garin pun menyampaikan pesan singkat yang menyatakan kegembiraannya bisa mendapat penghargaan di negeri sendiri. Ia pun menyebut kemenangan film penuh kontroversi ini adalah bukti keterbukaan ekpresi yang harus dihargai.

"Membagi tema sensitif menjadi penting demi membuka dialog publik, adalah kerja yang menjadi bagian karya film saya. Penghargaan ini merepresentasikan pada keterbukaan ekpresi dalam sejarah sinema Indonesia,” terang Garin.

Kamila pun menyampaikan bahwa sang ayah sudah banyak memenangkan piala di festival internasional. Namun, Garin merasa piala Citra adalah yang paling membanggakan.

Sedangkan sebagai peraih piala Citra untuk Aktor Terbaik, ada enam artis yang saling bersaing memperebutkan piala. Mereka adalah Abimana Aryasatya (Gundala), Angga Yunanda (Dua Garis Biru), Lukman Sardi (27 Steps Of May), Muhammad Khan (Kucumbu Tubuh Indahku), Reza Rahadian (My Stupid Boss 2), dan Ringgo Agus Rahman (Keluarga Cemara).

Tentu banyak orang menjagokan Abimana yang memerankan Sancaka atau Gundala. Namun saat diumumkan oleh Marsha Timothy, nyatanya Muhammad Khan yang memenangkan kategori idaman di FFI 2019. Muhammad Khan adalah pemeran penari Lengger bernama Juno.

“Ini pertama kali saya dapat nominasi dan menang. Pokoknya, terima kasih FFI, saya bisa berdiri di sini, di tempat banyak banget orang hebat berdiri. Terima kasih buat Mas Garin yang sudah menemukan dan mempertemukan saya dengan Juno. Terima kasih juga semua cast," ujar Muhammad Khan di atas panggung.

Uniknya, Muhammad Khan juga mempersembahkan Piala Citra pada salah satu aktor India favoritnya, Shah Rukh Khan. Ia mengatakan, bahwa idolanya tersebut adalah salah satu alasan dirinya ingin menjadi seorang aktor sejak usia 10 tahun.



Sumber: Suara Pembaruan