CTS The Series 2 Siap Umbar Kelucuan

CTS The Series 2 Siap Umbar Kelucuan
Starvision menggelar acara jumpa pers serial Cek Toko Sebelah (CTS) season 2 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FER Kamis, 12 Desember 2019 | 23:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengikuti kesuksesan film dan musim pertama serial yang tayang pada 2018, Cek Toko Sebelah (CTS) The Series 2 akan kembali mengumbar kelucuan di musim keduanya.

Nantinya, serial yang sudah mulai tayang pada 12 Desember 2019 ini akan menampilkan kisah yang lebih menggelitik dengan beberapa tokoh baru yang memperkaya cerita.

Produser Starvision, Reza Servia mengatakan, pada musim ke dua ini CTS akan menghadirkan cerita yang lebih kompleks dan berbeda. Bilamana CTS musim pertama masih terikat dengan cerita di film, maka CTS ke dua ini adalah bentuk sekuel dari kehidupan Koh Afuk (Chew Kin Wah) dan keluarga, Ernest Prakasa (Erwin) serta Dion Wiyoko (Yohan).

Di musim ke dua ini, menceritakan enam bulan setelah kisah berakhir di film CTS. Koh Afuk yang sudah pensiun merasa bodan dengan kegiatannya berkeliling Indonesia. Ia kemudian ingin meneruskan hobinya untuk bekerja. Sampai akhirnya ia membeli kolam pemancingan yang hampir tutup dan mengelola kolam tersebut bersama mantan karyawan di toko kelontong sebelumnya.

"CTS musim dua akan hadir 18 episode sedangkan musim pertama hanya 12 episode, dan melibatkan 120 orang pemain. Sehingga para sutradara dan pemain bisa mengekplorasi cerita secara leluasa,” ungkapnya saat jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

Untuk mendapatkan cerita yang kuat dan matang, CTS musim dua ini akan ditangani langsung oleh empat komika ternama. Mereka adalah, Ernest Prakasa sebagai pengarah cerita serta, Bene Dion, Arie Kriting dan Soleh Solehun yang ditunjuk sebagai sutradara.

“Menjadi sutradara di CTS musim dua ini terasa lebih mudah, karena kalau yang pertama kita masih terikat cerita di filmnya. Sehingga, emosi para tokoh harus tetap disesuaikan. Namun, di musim ke dua kita merasa lebih puas dalam mengeksplorasi unsur komedinya,” ungkap Arie Kriting.

Sedangkan Bene mengakui, terdapat tantangan yang berbeda dalam menggarap film ini. Terutama saat dirinya ditunjuk menjadi pengarah utama dibawah pantauan langsung dari Ernest.

“Ernest kali ini tidak terlibat jadi sutradara karena jadwal yang berbenturan dengan film Imperfact. Jadi, saat ini Ernest jadi head writer, dan kita bertiga yang menggarap bagaimana teknik, gaya pengambilan gambar dan juga komedinya,” jelas Bene.

Pemain Baru

Seperti yang dijanjikan sejak awal, CTS musim dua akan menampilkan wajah-wajah baru. Salah satunya adalah Morgan Oey yang akan berperan sebagai Asui, keponakan dari Koh Afuk yang sedang merantau ke Jakarta.

Bagi Morgan kesempatan bermain di CTS adalah hal yang sudah lama ia impikan. Terlebih, salah satu tema cerita yang diangkat adalah tentang keluarga Tionghoa.

"Gak afdol rasanya cerita film keluarga China tapi saya tidak terlibat di dalamnya. Apakah wajah saya kurang oriental? Setelah menunggu, akhirnya Puji Tuhan doa terkabul series season dua saya diajak gabung. Untuk itu saya akan bekerja dengan maksimal, bahkan belajar dialek dari Singkawang karena di cerita saya adalah seorang rantau,” kata Morgan Oey.



Sumber: BeritaSatu.com