Agnez Mo Tolak Beberapa Kali Tawaran Kartu Hijau dari AS

Agnez Mo Tolak Beberapa Kali Tawaran Kartu Hijau dari AS
Agnes Monica atau yang akrab disapa Agnez Mo (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / JAS Jumat, 13 Desember 2019 | 09:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyanyi Agnez Mo mengaku pernah beberapa kali menolak kartu jikau atau green card yang ditawarkan pemerintah Amerika Serikat kepada dirinya. Perempuan yang sebelumnya dikenal dengan nama Agnes Monica ini mengaku dirinya sangat cinta Indonesia sehingga menolak tawaran tersebut.

Pernyataan penyanyi Agnez Mo tentang "Darah Indonesia" beberapa waktu lalu saat dirinya melakukan wawancara di sebuah program acara televisi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu memang sempat bikin heboh. 

Lantaran akibat pernyataan itu, penyanyi kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 itu menulai pro-kontra di masyarakat. Ada yang mendukung pernyataan Agnez dan ada pula yang mengecamnya lantaran dianggap tak mencerminkan jiwa nasionalisme sebagai seorang Warga Negara Indonesia.

Meski akhirnya isu itu mereda, namun Agnez tetap berusaha menjelaskan bahwa dirinya sebagai penyanyi yang kini berkiprah di dunia musik internasional tetap menyanjung Indonesia sebagai negara tanah kelahirannya. Seperti yang diungkapkannya saat sejumlah media menemuinya di sebuah acara di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (12/12/2019) malam.

"Kalau saya dituduh tidak nasionalis, saya enggak akan pernah menyebut Indonesia sebagai negara yang indah yang penuh dengan kesantunanan dalam berbudaya dalam setiap penampilan saya. Saya juga mungkin enggak akan pernah pakai batik untuk mengenalkan darimana saya berasal, namun semua tidak saya lakukan karena saya cinta Indonesia," ujar Agnez Mo.

"Dari pertama kali di tahun 2010-2011 saya menginjakkan kaki di Los Angeles, Amerika (Serikat), saya selalu berusaha memasukkan unsur-unsur budaya dalam setiap penampilam aku seperti mengenakan batik ini, karena saya suka dan sayang dengan Indonesia, dan itu yang saya berusaha pertahankan hingga sekarang karena saya bangga jadi orang Indonesia," ungkap Agnez.

Ditambahkan Agnez, sebagai negara yang kaya dengan budaya dan keanekaragaman serta agama, Indonesia harusnya bisa dikenal luas oleh dunia. Namun sayang yang terjadi belakangan, budaya-budaya negatif seperti mencibir, julid, dan nyinyir muncul dan merusak kesantunan budaya di Indonesia.

"Indonesia sebagai negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika itu kaya dengan culture-nya. Bukan budaya ngomongin orang, bukan budaya julid, bukan budaya nyinyirin orang, dan itu bukan budaya Indonesia," tambahnya.

Ditawari Green Card

Agnes mengaku beberapa kali menolak tawaran pemerintah Amerika Serikat untuk mendapatkan Kartu Hijau atau Green Card.

"Saya sudah ditawari (Green Card) beberapa kali. Green Card ya, bukan kewarganegaraan. Dan saya selalu bilang 'no'. Karena saya di sana cuma ingin mempromosikan kebudayaan saya pada dunia. Saya tidak bisa memilih DNA. Tapi, saya punya semangat untuk selalu berdiri di negara Indonesia dan itu tidak ada satu pun orang yang bisa berbicara ke saya kalau itu tidak benar," tandasnya.

Sekadar Informasi, Green Card atau Kartu Hijau adalah kartu izin tinggal, hidup dan menetap dan bekerja secara legal di Amerika Serikat bagi warga negara asing. Green Card memungkinkan pemiliknya keluar-masuk Amerika secara bebas .



Sumber: BeritaSatu.com