Perubahan Nomenklatur Ditjen Kebudayaan Terkait Dana Abadi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perubahan Nomenklatur Ditjen Kebudayaan Terkait Dana Abadi

Senin, 13 Januari 2020 | 20:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melakukan sejumlah perubahan struktur dan nomenklatur yang tertuang dalam Permendikbud No 45 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejumlah direktorat di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan juga mengalami perubahan dengan hadirnya sejumlah direktorat baru dan penghapusan sejumlah direktorat.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid menyebutkan, perubahan nomenklatur ini juga terkait dengan pengelolaan dana abadi kebudayaan. Sebab mendatang, pengelolaan dana untuk semua kegiatan akan dilakukan lewat satu pintu.

“Selama ini apabila kita ingin menjalin kerja sama, biasanya langsung pada direktorat terkait. Misalnya, kesenian langsung berurusan sama Direktorat Kesenian. Sekarang semua unit disatukan karena ada dana abadi kebudayaan. Dana yang sebelumnya dikelola masing-masing direktorat dijadikan satu unit. Jadi enggak perlu khawatir. Yang saat ini tengah menjalin kegiatan dan perlu bantuan, silakan kontak atau bersurat ke saya, Dirjen Kebudayaan. Nanti akan kami sortir untuk diteruskan ke setiap direktorat,” ujarnya dalam siaran langsung Instagram @budayasaya terkait Perubahan Nomenklatur Ditjen Kebudayaan, Senin (13/1/2020).

Hilmar menuturkan, perubahan pada unit kerja yang dipimpinnya merupakan perubahan internal dalam Kemdikbud yang mengikuti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Tujuannya, agar pengelolaan kebudayaan semakin baik.

“Perubahan terjadi perubahan organisasi internal di Kemdikbud yang tidak akan berdampak pada pemberian layanan yang telah ada selama ini. Untuk kegiatan kesenian, pendaftaran cagar budaya maupun fasilitas untuk program kebudayaan akan terus berjalan. Bedanya, sekarang menggunakan format organisasi baru yang akan lebih baik dari sebelumnya,” terang Hilmar.

Hilmar menyebutkan, format baru terdiri dari lima direktorat baru yaitu Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, dan Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan. Semua ini menaungi semua fungsi direktorat sebelumnya yakni Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Kesenian, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Sejarah, dan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

Menurut Hilmar, sebetulnya tidak ada yang dihilangkan. Justru dengan nomenklatur baru seluruh unsur kebudayaan akan dikelola dengan proses yang mengacu pada Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, yakni pelestarian kebudayaan yang meliputi perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.

Selain itu, perubahan nomenklatur baru juga menyikapi perkembangan zaman dengan adanya direktorat yang menangani perfilman, musik, dan media baru. Hal ini mengacu pada dokumen Visi Misi Presiden Joko Widodo halaman 21 tentang Seni Budaya.

Oleh karena itu, Hilmar mengimbau agar para penggiat kebudayaan tidak perlu khawatir dengan perubahan yang sedang terjadi. Pasalnya, perubahan yang sedang dalam tahap pembenahan struktur ini tidak merugikan masyarakat sama sekali.

Selanjutnya, Hilmar menyebutkan, pihak yang ingin melakukan kerja sama dan mengalami kendala karena direktorat yang dimaksud telah dihilangkan dalam nomenklatur yang baru, tetap dapat menjalankan program dengan mengirim surat langsung Dirjen Kebudayaan. Surat tersebut akan diarahkan pada direktorat terkait.

“Januari 2020 ini semua direktorat baru sedang melakukan perubahan internal dan akan menjalankan peran pada Februari 2020. Nanti direktur masing-masing direktorat baru akan menyampaikan tugas dan peranannya untuk 2020-2024 mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya, pengamat Seni dan Budaya Suhendi Apriyanto menilai adanya kelompok tertentu yang berusaha agar yang konvensional serta tradisional dibiarkan musnah. Hal ini dikatakannya karena Dirjen Kebudayaan yang semula diprediksi akan naik kelas menjadi Kementerian Kebudayaan, kini dinilai justru menurun.

"Kami resah setelah hilangnya Direktorat Kesenian karena Direktorat tersebut tempat bernaung para pelaku seni," kata Suhendi dalam siaran pers yang diterima SP, Minggu (12/1/2020).

Suhendi menuturkan, Direktorat Kesenian selama ini memfasilitasi seluruh hal terkait seni budaya di Indonesia. Begitu pula Direktorat Sejarah. Dengan adanya perubahan itu Suhendi menilai kebijakan Nadiem bertentangan dengan semangat para pelaku seni dan budaya.

"Baiknya ditinjau ulang, karena akan berdampak pada arah Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menganut empat prinsip yakni pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan sektor kebudayaan daerah," tegas Suhendi.

Menurut Suhendi, apabila hal dipaksakan menjadi kontroversial sekaligus paradoksal. Pasalnya rumah besar aktivitas yang di dalamnya ada dinamika estetika dalam bentuk bunyi, rupa, gerak, sastra, dan ceritera, bernama kesenian.

"Jika rumah besar itu ditiadakan, sama artinya aktivitas dan penanganan salah satu sub sektor kebudayaan menjadi dilemahkan dan juga kemunduran bukan kemajuan," paparnya.

Selanjutnya, Suhendi juga menuturkan cara penyelesaian yang terbaik adalah meninjau ulang kebijakan tersebut. Bahkan menurutnya ketika akan merumuskan implementasi UU tentang Pemajuan Kebudayaan ke dalam bentuk struktur organisasi di kementerian, harapannya melibatkan beberapa unsur terkait yang selama ini menjadi penggerak kehidupan kebudayaan tanpa kecuali kesenian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Kondisi Tukul Membaik Usai Operasi Akibat Pendarahan Otak

Kondisi Tukul Arwana terus membaik setelah menjalani operasi akibat pendarahan otak.

HIBURAN | 24 September 2021

Model Cantik Karen Nijsen Ajak Tanam Herbal dan Tuai Kebaikan

Model cantik yang juga Brand Ambasador Air Mancur, Karen Nijsen mengajak konsumen untuk menanam tanaman herbal dan menuai kebaikan di Hari Pelanggan Nasional.

HIBURAN | 24 September 2021

Panjang, Ini Nama Asli Git Sigit Santoso

Git Sigit Santoso memiliki nama yang demikian panjang yaitu BrĂ³ Aa Edler Git Sigit Santoso Trvr Schneider Legio Ernita yang merupakan pemberian dari sang kakek.

HIBURAN | 24 September 2021

Pay Satukan Kembali Bagindas Band untuk Berkarya

Pay memberikan tiga lagu baru kepada Bagindas Band agar mereka dapat kembali berkarya di dunia musik.

HIBURAN | 24 September 2021

Dulux Ajak Orang Tua Dorong Kreativitas Anak dalam Berkarya

Dulux, brand cat tembok dari AkzoNobel, mendukung orang tua untuk mengembangkan kreativitas anaknya melalui media apapun dengan meluncurkan Dulux Future Artist.

HIBURAN | 24 September 2021

Ungkapan Perasaan Novi Ayla Tertuang dalam Single "Jangan Minta Sabarku"

Penyanyi jebolan KDI merilis album "Jangan Minta Sabarku" yang merupakan ungkapan perasaan pengalaman pribadinya.

HIBURAN | 24 September 2021

Terjun ke Industri Musik, Putri Bimbim Slank Mezzaluna Rilis Single Perdana

Single perdananya ini merupakan karya ciptaannya sendiri yang ditulisnya pada saat dirinya masih berusia 15 tahun.

HIBURAN | 24 September 2021

Tukul Arwana Dirawat di RS karena Pendarahan Otak

Kabar ini komedian Tukul Arwana dirawat di RS Pusat Otak Nasional akibat pendarahan otak disampaikan rekannya, Vega Darwanti lewat akun instagramnya.

HIBURAN | 23 September 2021

Ini Cara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Rawat Kesehatan Gigi Rafathar

Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengungkap upaya mereka dalam merawat gigi sang anak, Rafathar Malik Ahmad.

HIBURAN | 22 September 2021

Kolaborasi Sundance Film Festival Asia dan TikTok Bahas Perkembangan Film Indonesia

Kolaborasi TikTok dengan Sundance Film Festival: Asia diharapkan bisa memberikan insight dan interaksi seru bersama komunitas film.

HIBURAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Jika Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Golkar Siapkan Penggantinya Sebagai Wakil Ketua DPR

Jika Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Golkar Siapkan Penggantinya Sebagai Wakil Ketua DPR

POLITIK | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings