Tari Jaipong Menggoyang Inggris

Tari Jaipong Menggoyang Inggris
Ilusyrasi Tari Jaipong. ( Foto: Antara )
Senin, 16 Juli 2012 | 08:54 WIB
Menyedot sekitar 30ribu pengunjung. 

Tari tradisional asal Jawa Barat yang memiliki gerakan dinamis dan energik ini, mampu menghibur penonton pagelaran terbesar budaya asing The Multicultural Mela di The Oval Basin, Cardiff Bay, Wales, Inggris, akhir pekan lalu.

Dengungan degung sunda memecah hiruk pikuk pengunjung, membuat mereka ikut berjoget dan berkali kali terdengar tepuk tangan meriah.

Begitulah suasana meriah penuh kegembiraan yang dirasakan oleh semua pengunjung yang begitu antusias menikmati salah satu tarian tradisional dari bumi parahiangan itu.

Pengarah program kegiatan Pengabdian Masyarakat PPI United Kingdom, M. Fauzan Adziman, mengatakan kegiatan perkenalan budaya terbesar di Kota Cardiff, Ibu Kota Wales, menyedot setidaknya 30ribu pengunjung.

Ia mengatakan tidak ubahnya seperti tahun-tahun sebelumnya, pagelaran terbesar budaya asing The Multicultural Mela dari tahun ke tahun dikunjungi masyarakat Wales.

Pagelaran budaya ini merupakan kegiatan Summer Festival pengenalan budaya asing terbesar di Kota Cardiff, Wales. "Saya selalu datang tiap tahun", jelas Mamiek Hooper, pengunjung yang juga masyarakat Indonesia yang tinggal di Wales, Ia datang sekeluarga bersama putrinya, Farah, dan suaminya, John.

Pagelaran ini diselenggarakan panitia yang terbentuk secara sukarela dan tergabung dalam kepanitiaan nirlaba, Mela Organiser. Sebagian dari dana kegiatan disponsori Cardiff City Council dan Arts Council, Wales. Mela sendiri berasal dari bahasa Sanskrit berarti berkumpul atau bertemu di dominasi pengenalan budaya menampilan budaya Asia Selatan.

Untuk budaya Asia Tenggara, Indonesia memperkenalkan Tari Jaipong yang dibawakan penari yang juga masyarakat Indonesia yang tinggal di Wales, Fea du Feumeilya.

Dukungan penuh KBRI London pun terlihat dengan kehadiran Atase Pendidikan dan Kebudayaan London, T. A. Fauzi Soelaiman di acara ini.

"Perkenalan budaya Indonesia ini mari kita terus kembangkan ke tahun-tahun selanjutnya" ujarnya, menegaskan pentingnya kehadiran perkenalan budaya Indonesia di acara budaya terbesar di Wales, negara bagian Inggris Raya yang berpenduduk tiga juta jiwa.

Acara puncak ditutup dengan kehadiran Imran Khan, penyanyi khas Punjabi bertaraf internasional yang pada tahun 2007 albumnya menembus hits nomor satu di tangga lagu Asia yang disiarkan radio dan televisi di Inggris Raya.

Tidak hanya pagelaran budaya, kegiatan ini juga menghadirkan 'stand' makanan dan juga pengenalan budaya melalui workshop, demikian pengarah program kegiatan Pengabdian Masyarakat PPI United Kingdom, M. Fauzan Adziman.