Mulai Besok, KCI Distribusikan Royalti Musik Rp 4 M Via Transfer Bank

Mulai Besok, KCI Distribusikan Royalti Musik Rp 4 M Via Transfer Bank
Dharma Oratmangun (Ketua Umum KCI, kiri)) dan H.Enteng Tanamal (Ketua Badan Pembina KCI) ( Foto: istimewa )
Irawati D Astuti / IDS Minggu, 5 April 2020 | 21:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Situasi pandemi corona mengubah banyak hal di tatanan sosial maupun bisnis. Salah satunya adalah distribusi royalti musik yang biasanya diberikan secara langsung. Mulai besok, Senin (6/4/2020), royalti musik akan diberikan melalui transfer. Jumlahnya pun cukup besar yakni Rp 4 miliar.

Keputusan ini diambil setelah para petinggi Karya Cipta Indonesia (KCI) yang terdiri Enteng Tanamal (Pembina KCI), Dharma Oratmangun (Ketua Umum KCI), Tedjo Baskoro (Sekjen KCI) serta Slamet Adriyadie (Bendahara KCI) melakukan rapat koordinasi, Sabtu (4/4/2020) lalu.

Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa pendistribusian royalti yang biasanya dilaksanakan pada Juni-Juli, dimajukan ke bulan April.

“Besaran royalti KCI kali ini jumlahnya sekitar Rp 4 miliar termasuk PPH23. Pendistribusiannya akan kami lakukan dengan cara transfer lewat perbankan. Hal ini selaras dengan imbauan pemerintah untuk menghindari kumpul-kumpul dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19,” jelas Dharma Oratmangun dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Minggu (5/4/2020).

Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) KCI yang mengelola hak cipta performing rights bagi para pencipta lagu akan mendistribusikan royalti kepada para pemilik hak cipta maupun ahli waris di bidang musik yang memberi kuasa kepada LMK KCI. Tahun-tahun sebelumnya, pembagian royalti diberikan langsung dengan cara mendatangi kantor KCI sekaligus silaturahmi. Namun tahun ini pembagian royalti akan dilakukan dengan cara transfer perbankan.

Menurut Dharma, selain pandemi corona, terdapat beberapa hal lain yang turut mempengaruhi keputusan ini.

Pertama, adanya pengetatan dan perampingan KCI maupun sistem perwakilan yang semakin efektif dan efisien sehingga mempermudah gerak manajemen untuk melakukan kontrol serta manuver yang tepat sasaran.

Kedua, menjemput sistem one gate collecting (manajemen satu pintu) yang dirancang bersama antara LMK dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). KCI selaku LMK pertama di Indonesia sejak 1990 senantiasa melakukan berbagai inovasi dan sumbangsih pemikiran sesuai pengalamannya dalam hal kolekting manajemen di bidang performing rights di Indonesia.

Ketiga, pendistribusian royalti ini berlangsung untuk para pemberi kuasa di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu semua kantor perwakilan KCI di berbagai provinsi sekarang sedang mempersiapkan hal-hal teknis yang berkaitan dengan kegiatan pendistribusian royalti ini.

Sementara itu, Tiena Sopacua selaku General Manager LMK KCI menambahkan bahwa pihaknya sedang berusaha keras agar pendistribusian royalti bisa berlangsung sebanyak 2 kali dalam setahun.

“Tahun 2020 ini KCI akan berkoordinasi dengan LMKN untuk memproyeksikan pendistribusian royalti sebanyak dua kali dalam satu tahun,” jelas Tina.

Dalam kesempatan yang sama, pembina KCI, Enteng Tanamal, juga turut memberikan keterangannya.

“Kami berharap agar koordinasi yang intens terus dilakukan oleh LMK, LMKN dan para pengguna. Jika ketiga pihak ini saling mengerti akan hak dan kewajibannya secara baik dan tepat, niscaya akan memberikan dampak yang positif bagi para pencipta lagu serta pemberi kuasa atau pemilik hak cipta,” terang Enteng.

Hingga kini, terdapat nama-nama musisi legendaris yang tergabung dalam KCI. Di antaranya adalah Ismail Marzuki, A. Riyanto, Barche Van Houten, Pance Pondaag, Obbie Messakh, Adriyadie, Tito Soemarsono, Ebiet G Ade, dan James F Sundah.



Sumber: BeritaSatu.com