Sebanyak 40.081 Seniman Terkena Dampak Negatif Covid-19

Sebanyak 40.081 Seniman Terkena Dampak Negatif Covid-19
Dua seniman membawakan Tari Oleg Tamulilingan dalam pagelaran tari Bali klasik di Tanah Lot Art and Food Festival #3, Tabanan, Bali, Sabtu 14 Maret 2020. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelestarian seni budaya Bali sekaligus untuk membantu pemulihan pariwisata yang terpuruk akibat wabah Covid-19. ( Foto: Antara Foto )
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 7 April 2020 | 21:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak pandemi corona atau Covid-19 lagi-lagi membawa lara bagi masyarakat luas. Tidak terkecuali mereka yang bekerja di industri seni dan budaya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Ditjen Kebudayaan, sedikitnya ada 40.081 seniman yang terdampak Covid-19, karena pembatalan pertunjukan dan festival seni. Pekerja seni yang kehilangan pekerjaan tersebut kebanyakan dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Berkaca dari fakta tersebut, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan telah menyiapkan dua skema yang bisa menjadi solusi untuk para seniman. Dua skema tersebut sudah dikoordinasikan dengan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, yang kemudian diteruskan kepada Presiden Joko Widodo.

Skema pertama, para seniman dengan kriteria penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan, sudah berkeluarga diusulkan mendaftar dalam program keluarga harapan (PKH). Dari skema pertama, sudah terdaftar sekitar 11.873 pekerja seni atau 29,62%.

Kedua, bagi pekerja seni dan budaya yang belum berkeluarga dengan kriteria serupa dengan skema pertama, akan diusulkan mendapatkan kartu prakerja. Untuk skema kedua tercatat jumlah yang mendaftar sekitar 9.122 seniman.

"Sejauh ini, program pendataan terus berjalan. Pendaftar harus menyertakan nomor induk keluarga (NIK) untuk validasi, beserta menyertakan bukti karya yang mereka miliki, semisal foto saat pementasan,” kata Hilmar dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Pertunjukan Daring
Sementara bagi pekerja seni yang tidak termasuk dalam dua kriteria tersebut, Kemdikbud juga menginisiasi terobosan baru yaitu pertunjukan daring.

Program yang diberi nama Budaya Saya ini berupaya mewadahi para pekerja seni dan budaya agar tidak kehilangan kerjaannya untuk terus berekpresi, serta memastikan bahwa ekosistem dari kebudayaan bisa terus berjalan.

Melalui platform daring tersebut, lanjut Hilmar, seniman dapat terus berkegiatan seni.

"Hingga saat ini jumlah seniman yang mendaftar kehilangan pekerjaan memang baru 40.081. Angka ini terus bertambah hingga pendataan ditutup pada Rabu (8/4/2020) dini hari. Untuk itu, kegiatan pertunjukan daring pastinya menjadi solusi dan ini butuh koordinasi semua pihak," kata Hilmar.



Sumber: BeritaSatu.com