Kemdikbud Siapkan Program Khusus untuk Seniman

Kemdikbud Siapkan Program Khusus untuk Seniman
Grup tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Nusantara Dance Company di bawah naungan Student Life Departement Universitas Pelita Harapan (UPH) tampilkan seni tari tradisi di acara Gala Budaya 2018, Grand Chapel UPH, Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu 28 Juli 2018. Bireun Seudati mendapatkan kesempatan tampil di International Dance Folklore Festival 2018 di Lyon, Perancis dan Cataluna, Spanyol. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral / BeritaSatu Photo / Emral )
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 12 Mei 2020 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang memengaruhi dunia seniman dan budayawan di Indonesia, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, menegaskan Kemdikbud telah mempersiapkan beberapa program dan kebijakan demi mewadahi aspirasi para pegiat seni.

Pertama, Kemdikbud memberikan dukungan dana tunai kepada pekerja seni dan budaya yang terdampak langsung lewat program Apresiasi. Rencananya program ini mulai aktif pekan ini.

Kedua, Kemdikbud menyiapkan program pemulihan. Menurut Hilmar, setelah pandemi berakhir akan datang era di mana para pelaku seni dan budaya menghadapi pembaruan.

Salah satu rencananya, menyelamatkan berbagai kegiatan yang sudah direncanakan para pelaku seni dan budaya. Semisal dari industri perfilman, akan menggelar kegiatan Indonesiana Film yang akan berlangsung di 20 daerah. Tentunya, kegiatan ini akan dimulai setelah imbauan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilonggarkan.

Sementara untuk menyongsong era baru ini Kemdikbud juga melakukan koordinasi bersama Kemparekraf dan Kominfo untuk membuat kerangka kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan pascapandemi.

"Kami merumuskan protokol dan berkoordinasi dengan pimpinan Gugus Tugas, agar para pelaku seni dan budaya di Indonesia bisa menjalankan produksi karya mereka sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19,” jelas Hilmar dalam diskusi virtual bertajuk “Tantangan dan Peluang Pelaku Budaya Pascacovid-19”, Selasa (12/5/2020).

Ditambahkan staf khusus menteri Kemparekraf bidang digital dan industri kreatif, Ricky Yoseph Pesik, mengatakan tantangan untuk migrasi ke era digital adalah mempersiapkan data individual.

"Melalui data tersebut, kita bisa membaca semua pelaku dan kebiasaan pun juga tercatat. Sehingga dari data bisa diatur bagaimana pemerataan pendapatan digital, Saya harap, mulai saat ini pemerintah bisa mengumpulkan data individual ini,” kata Yoseph.



Sumber: BeritaSatu.com