Cinema XXI Tetap Bersihkan 218 Bioskop

Cinema XXI Tetap Bersihkan 218 Bioskop
Ilustrasi bioskop. ( Foto: variety )
Indah Handayani / CAH Minggu, 17 Mei 2020 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejalan dengan arahan Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19, Cinema XXI telah menonaktifkan sementara seluruh kegiatan operasional jaringan bioskop miliknya. Meski tidak melakukan kegiatan operasional sementara, pemeliharaan dan kebersihan 218 lokasi bioskop yang tersebar di 52 kota di seluruh Indonesia tetap menjadi perhatian utama Cinema XXI.

Dewinta Hutagaol, Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, menyatakan berhenti melakukan kegiatan operasional, tidak membuat pihaknya diam saja. Untuk itu, pihaknya tetap rutin setiap harinya melakukan kegiatan pemeliharaan dan pembersihan di seluruh lingkungan bioskop.

“Pada saat awal bioskop harus nonaktif sementara waktu, kami langsung membentuk satuan tugas khusus di masing-masing lokasi bioskop,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Minggu (17/5/2020).

Menurut Dewinta, satuan tugas tersebut berkewajiban untuk menjalankan sejumlah prosedur pembersihan yang meliputi general cleaning dan penyemprotan cairan disinfektan anti-virus di seluruh lingkungan bioskop, pemeliharaan peralatan bioskop dan kebersihan kursi bioskop, serta senantiasa menjaga tingkat kelembapan ruangan untuk menghindari munculnya jamur.

“Komitmen ini konsisten dilakukan Cinema XXI secara rutin guna tetap menghadirkan sarana hiburan bioskop yang bersih, nyaman, aman dan berkualitas prima kepada seluruh masyarakat Indonesia,” paparya.

Lebih lanjut Dewinta menjelaskan pihaknya meyakinkan bahwa lingkungan dan kursi bioskop terbebas dari masalah jamur. Oleh karena itu, pihaknya memastikan bahwa gambar dan berita yang beredar di lini masa media sosial akhir-akhir ini tidak terjadi di jaringan bioskopnya. Hingga saat ini, Cinema XXI belum kembali melakukan kegiatan operasional bioskop.

“Kami mendukung sepenuhnya keputusan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi. Kami berdoa dan berharap agar pandemi ini dapat segera berakhir sehingga kondisi perekonomian dapat pulih kembali,” tutup Dewinta.

 



Sumber: BeritaSatu.com