Upaya Penari Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Upaya Penari Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Seniman tari menunjukkan koreografi secara daring pada peringatan Hari Tari Sedunia, di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. ( Foto: Antara Foto )
Dina Fitri Anisa / EAS Minggu, 17 Mei 2020 | 22:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 104 kegiatan, termasuk di antaranya delapan pertunjukan tari dan 25 pentas teater terpaksa batal atau ditunda akibat pandemi Covid-19. Alhasil, para pelaku seni pertunjukan pun harus memiliki upaya untuk bisa bertahan dalam kondisi sulit ini.

Maestro seni tari Indonesia, Didik Nini Thowok pun mengaku resah dengan kondisi saat ini. Pasalnya, tidak hanya kegiatan sanggar yang terhenti, beberapa pertunjukan tarinya pun harus tertunda. Padahal menurutnya, kebahagiaan besar para penari adalah saat melihat karyanya direspons oleh penonton.

"Pun demikian kita tidak boleh pasif. Kita harus terus bergerak berusaha bertahan agar kita terus bisa eksis. Dengan program online, saya akui ini sangat membantu,” jelas Didik saat “Saweran Online Talk”, Minggu (17/5/2020).

Dalam memfasilitasi para seniman pertunjukan, pemerintah memang sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya Saweran Online yang dinisiasi oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta dan Indonesia Dance Network bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Program ini adalah cara untuk membuka ruang bagi publik agar dapat ikut membantu para pekerja tari yang kehilangan kesempatan kerja seiring datangnya serbuan Covid-19. Saweran Online berisi beragam pilihan karya tari yang diciptakan seiring berlakunya pembatasan sosial berskala besar.

“Seniman dan pemerintah harus kerja sama. Karena tari adalah soft diplomasi yang dimiliki Indonesia untuk bisa menarik perhatian orang luar negeri. Selain menghibur, tari juga bisa mengasah etika, kedisiplinan, dan juga mampu mengontrol emosi seseorang,” tambahnya.

Kesempatan ini pun tidak dilewatkan olehnya. Dalam kondisi yang terbatas, Didik tetap menciptakan karya yang ia buat di atas atap rumahnya. Karya tersebut ia beri judul Antarala dalam bahasa Sansekerta berarti Jarak.

"Penggarapan karya bersama Agung Tri Yulianto dalam rangka pembuatan koreografi merespons situasi Covid-19,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com