Terdampak Pandemi Covid-19, Karya Penari Dipentaskan di YouTube

Terdampak Pandemi Covid-19, Karya Penari Dipentaskan di YouTube
Seniman tari kontemporer, Gatot Gunawan menunjukkan koreografi secara daring pada peringatan Hari Tari Sedunia Choreo-Instant Stay At Home di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. ( Foto: Antara Foto )
Dina Fitri Anisa / EAS Minggu, 17 Mei 2020 | 22:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta, Yola Yulfianti, mengatakan selama pandemi Covid-19 karya-karya para penari akan dipentaskan dalam panggung digital di kanal YouTube Indonesia Dance Network.

Dalam kanal tersebut penonton diajak untuk terlibat dalam program Saweran Online untuk membantu keberlangsungan hidup para seniman tari. Tidak hanya menyajikan karya dari para seniman tari yang kenyang dengan pengalaman panggung, di kanal  juga menghadirkan karya dari para pelaku tari di jalur pendidikan yang selama ini tekun mengajar teknik menari di beragam sanggar dan sekolah.

"Saweran biasa berlangsung pada model seni pertunjukan keliling dan para penonton memberikan uang kepada para pemain yang bersifat sukarela (sawer). Berangkat dari sejarah dan kultur tradisi seni pertunjukan tari di Indonesia, gerakan ini adalah usaha mengembalikan semangat tradisi dan sejarah hubungan penonton dan seni pertunjukan tari, di mana pendanaan seni sebenarnya bisa bersifat organik dan kultural,” kata Yola dalam jumpa pers daring, Minggu (17/5/2020).

Penari yang hadir mengisi program antara lain Didik Nini Thowok, Miroto, Siko Setyanto, Jecko Siompo, Rendy White, Sanggar Ballet Namarina, Bellet.id, Padnecwara, Ballet Sumber Cipta, dan Marlupi Dance Academy.

Saat ini, setidaknya sudah ada 60 video pertunjukan tari di kanal YouTube Indonesia dance Network. Tiap hari ada lima karya baru yang disiarkan di kanal virtual tersebut. Pada video-video tersebut terdapat tautan yang dapat dimanfaatkan publik untuk saweran

Warganet yang hendak menonton puluhan karya dalam Saweran Online tidak wajib membayar, tetapi dianjurkan untuk melakukan saweran secara sukarela.

Nantinya, sebesar 20% dari hasil saweran akan disalurkan untuk penanganan Covid-19 dan sisanya untuk bantuan produksi kepada pencipta karya. Untuk mempermudah saweran dan donasi, program ini bekerja sama dengan Doku dan OVO sebagai perangkat metode sawerannya.



Sumber: BeritaSatu.com