Pertunjukan Sampek Engtay Ditunda hingga Agustus 2020

Pertunjukan Sampek Engtay Ditunda hingga Agustus 2020
Pertunjukan Sampek Engtay milik Teater Koma ditunda karena pandemi Covid-19. (Foto: istimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 8 Juni 2020 | 22:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak pandemi Covid-19, Teater Koma dengan berat hati memutuskan mengubah tanggal pertunjukan Sampek Engtay. Pergelaran tahunan itu seharusnya digelar pada 28-29 Maret 2020, dan resmi diundur sampai 15-16 Agustus 2020. Langkah ini diambil untuk mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 dan demi keamanan seluruh pihak.

Sedangkan untuk new normal, sutradara Teater Koma, Rangga Riantiarno, kepada Beritasatu.com, Senin (8/6/2020) mengatakan dunia teater juga harus memiliki siasat untuk beradaptasi dan melewati beberapa tantangan. Mengingat, pentas yang mengacu pada standar social distancing juga bukan sesuatu yang mudah, seperti membalik telapak tangan.

Terlebih jika kalau pertunjukannya memang sudah dirancang begitu lama dengan adanya kontak fisik, baik antar pemain atau dengan penonton. Untuk itulah, sutradara pertunjukan dan para pemain harus berpikir keras untuk modifikasi adegan, karena mengubah adegan bisa mengubah alur dramatik lakon.

Tidak hanya dari sisi pementasan di atas panggung. Para pelaku teater juga harus memiliki standar kesehatan/keselamatan yang harus diterapkan untuk para penonton nantinya.

Dalam kesempatan lain, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid menyebutkan teater merupakan pertunjukan seni yang paling sulit dihidupkan di tengah pandemi virus Covid-19. Berbagai upaya harus dilakukan agar para seniman teater bisa beradaptasi dengan keadaan.

"Teater ini enggak pernah gampang. Selalu sulit, apalagi kondisi seperti ini. Dia tidak juga pernah bergantung pada internet. Jadi kita harus terus berinovasi mencari jalan keluarnya,” kata Hilmar.

Kemdikbud mengaku terus berusaha mencari organisasi yang mampu memanfaatkan teater untuk berkolaborasi. Hal ini dilakukan agar investasi pada seni teater terus berjalan.



Sumber: BeritaSatu.com