Platform Digital, Wadah Tanpa Batas Musisi di Era New Normal

Platform Digital, Wadah Tanpa Batas Musisi di Era New Normal
Para musisi tradisional dan papan atas yang terlibat dalam konser virtual bertajuk “Berbagi dalam Keterbatasan”, Jumat 22 Mei 2020. (Foto: SP/Dina Fitri Anisa / Dina fitri anisa)
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 25 Juni 2020 | 22:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Platform digital selama pandemi Covid-19 menjadi satu-satunya wadah tanpa batas yang bisa dipakai para musisi dan seniman kreatif memamerkan karya. Tak dimungkiri, beragam konser digital pun sukses digelar untuk berdonasi. Untuk itulah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) mencari strategi khusus untuk platform digital menyambut kenormalan baru.

Plt Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf/Baparekraf) Josua Simanjuntak, kala webinar “Pemanfaatan Platform Digital Sebagai Sarana Showcase Musik Tanah Air”, bersama praktisi di industri musik Wendi Putranto, Kamis (25/6/2020), menjelaskan pandemi memberikan dampak besar pada hampir semua profesi dan pekerja di bidang kreatif.

Salah satu subsektor kreatif yang terdampak adalah para pekerja seni yang kehilangan pekerjaan, termasuk para musisi di dalamnya.

"Kegiatan hari ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi pekerja di industri musik untuk terus berkarya secara kreatif di tengah masa transisi menuju tatanan kenormalan baru. Para musisi bisa menyesuaikan diri melalui pemanfaatan platform digital untuk membuka potensi pasar baru di ranah global, karena digital berarti sudah tanpa batas. Maka bersiap-siaplah para pemusik untuk berkarya yang terbaik,” kata Josua Simanjuntak.

Josua Simanjuntak menyampaikan kementerian tengah menyiapkan program Portamento bagi musisi. Program ini merupakan platform berbentuk aplikasi sebagai media pemasaran karya musik yang akan terhubung langsung dengan pembeli. Melalui teknologi ini, musisi dapat mengunggah karya musik dengan data sebagai administrasi hak cipta yang akan terhubung dengan platform penyedia musik online seperti Spotify, YouTube, Joox, dan lainnya.

"Kami berharap, dengan protokol kesehatan yang sudah diresmikan oleh Kementerian Kesehatan, industri ekonomi kreatif dapat segera kembali beraktivitas. Khususnya bagi para musisi untuk dapat kembali berkolaborasi dan tampil di depan publik, sambil terus memanfaatkan digital sebagai sarana untuk menunjukkan karya-karya terbaik sehingga bisa diapresiasi oleh masyarakat luas,” kata Josua Simanjuntak.



Sumber: BeritaSatu.com