Siniar Sandiwara Sastra Angkat Literasi Bangsa

Siniar Sandiwara Sastra Angkat Literasi Bangsa
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: istimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 6 Juli 2020 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama puluhan aktor Indonesia meluncurkan siniar atau podcast Sandiwara Sastra sebagai inovasi dan bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pandemi Covid-19. Alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam medium audio ini ditujukan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karya-karya sastra Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, siniar Sandiwara Sastra bukan hanya menjadi sebuah karya seni dan inovasi. Lebih dari itu, siniar ini adalah jalan untuk mengangkat literasi bangsa Indonesia.

"Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa. Seperti sekarang ini, pandemi memberi waktu bagi kita memetik makna dan belajar menjadi manusia kuat yang mampu menyosong masa depan,” jelas Mendikbud dalam konferensi pers daring Sandiwara Sastra, Senin (6/7/2020).

Sementara Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan, Sandiwara Sastra adalah alasan Kemdikbud mengalihwahanakan karya sastra ke dalam format audio siniar dan siar. Tujuannya untuk mendekatkan khazanah sastra Indonesia kepada publik.

"Pada masa lalu, sandiwara audio yang disiarkan lewat radio sangat populer. Ketika muncul media audio-visual dan kemudian media sosial, bentuk ini mulai memudar popularitasnya. Tetapi belakangan, dalam beberapa tahun terakhir, ada kebangkitan media audio seperti podcast,” tutur Hilmar Farid.

Sehubungan dengan misi Kemdikbud untuk pemajuan kebudayaan dan pembentukan karakter melalui peningkatan kemampuan literasi, Hilmar Farid menjelaskan arah ke depan dalam pengembangan sastra.

"Berbagai inisiatif telah diselenggarakan untuk pengembangan sastra. Melalui Sandiwara Sastra, Kemdikbud memiliki misi untuk memantik minat masyarakat dalam mengenali lebih dalam budaya dan karakter manusia Indonesia, serta membangkitkan minat untuk menulis agar tercipta karya-karya sastra baru yang berkualitas. Bahkan, gerakan ini diharapkan bisa menghidupkan kembali kecintaan terhadap sastra Indonesia di kalangan anak muda,” ujar Hilmar Farid.

Sandiwara Sastra diproduseri oleh Happy Salma dari Titimangsa Foundation dan Yulia Evina Bhara dari KawanKawan Media. Sutradara Gunawan Maryanto mengarahkan para aktor dan aktris lintas generasi dari jarak jauh, lintas kota, bahkan negara.

"Sandiwara Sastra ini langkah nyata dalam memaknai harapan ini dan mampu memberikan spektrum sastra yang lebih luas. Dunia kita sepenuhnya sekarang ini didominasi oleh indera penglihatan, agar sastra lebih dilihat terutama mahasiswa dan pelajar yang lebih banyak belajar di rumah,” terang Happy Salma.

Total, terdapat total 27 figur publik yang terlibat dalam program siaran ini, antara lain Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, Marsha Timothy, Vino G Bastian, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Najwa Shihab, Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Chelsea Islan, Pevita Pearce, dan masih banyak lagi.



Sumber: BeritaSatu.com