EMPC 2020

Cari Musisi Elektronik dengan Kreativitas Orisinal

Cari Musisi Elektronik dengan Kreativitas Orisinal
Dua DJ Yellow Claw terlibat menjadi juri dalam Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. (Foto: Istimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 9 Juli 2020 | 23:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Iceperience.ID bersama Barong Family kembali mencari musisi elektronik dengan kreativitas yang orisinal. Pencarian bakat muda kreatif tersebut digelar secara daring dalam Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020, sejak 13 Juli hingga 14 Agustus 2020.

Sukses pada 2019, EMPC tahun ini menggandeng dua DJ internasional Yellow Claw sebagai juri bersama dengan DJ Winky Wiryawan, Dipha Barus, dan Eka Gustiwana.

Dalam dunia musik elektronik, nama Yellow Craw sudah masuk dalam top 100 DJ dunia versi Djmagz.com.

Perwakilan Iceperience.ID, Diopsaputra, mengatakan kolaborasi dengan Barong Family dalam EMPC 2020 merupakan komitmen agar para peserta mengetahui standar musik elektronik dunia. Selain itu, pemilihan Barong Family juga erat kaitannya dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

“Kami merasa Barong Family cukup mengenal budaya Indonesia. Kami juga gembira karena Barong Family mengutus Yellow Claw sebagai juri di EMPC 2020. DJ yang masuk top 100 Dj di dunia ini memiliki 4,2 juta monthly listener dan 900.000 follower di Spotify. Kami berharap kehadiran Yellow Claw di EMPC 2020 bisa memberi insight berharga bagi para peserta, yang akhirnya para produser musik elektonik di Tanah Air dapat meng-upgrade kemampuan bermusik hingga ke panggung dunia,” tutur Diop pada jumpa pers virtual EMPC 2020, Kamis (9/7/2020).

Ditambahkan Diop, pemenang pertama dalam ajang EMPC 2020 akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi menghasilkan karya musik dengan salah satu talent di bawah naungan record label Barong Family.

Terkait dengan ajang pencarian bakat, Yellow Claw menilai Indonesia memiliki banyak musisi muda yang kreatif menuangkan karya musik.

“Kami suka berkolaborasi dengan musisi muda Indonesia. Mereka semua kreatif, tidak peduli dari belahan Indonesia mana berasal. Di sini kami akan melihat keaslian karya dan kualitas,” kata DJ Nils dan Jim T, personel Yellow Claw.

Senada dengan Yellow Claw, Dipa Barus juga mengatakan mencari seorang DJ atau musisi elektronik ibarat mencari seseorang yang sukses menjadikan rumah sebagai tempat tinggal. Jika seorang musisi sudah berhasil membuat karya yang nyaman untuk dirinya, maka ia bisa dibilang berhasil.

“Buat gue musik itu ibarat membangun rumah. Kalau gue tidak nyaman di rumah itu buat apa?” kata Dipa.

Sementara EMPC 2020 pada awalnya merupakan bentuk konsinstensi Iceperience.ID melalui program International Collaboration Experience (ICE), yang konsisten menyuarakan #localICEMovement terhadap kemajuan industri musik elektronik di Tanah Air.

Sesuai namanya, #localICEMovement berupaya menjadi lokomotif untuk mewadahi para talenta lokal dalam menghasilkan karya yang lebih berkualitas, sehingga dapat memperkuat ekosistem musik elektronik di Indonesia dengan harapan nantinya talenta-talenta lokal tersebut bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu berkiprah di level internasional.



Sumber: BeritaSatu.com