Novel Air Mata Api Terinspirasi Iwan Fals Bakal Difilmkan

Novel Air Mata Api Terinspirasi Iwan Fals Bakal Difilmkan
Novel Air Mata Api karya Piter Abdullah Redjalam terinspirasi dari lagu-lagu Iwan Fals (Foto: ist / ist)
Mardiana Makmun / MAR Rabu, 22 Juli 2020 | 22:04 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com – Novel Air Mata Api terinspirasi lagu-lagu Iwan Fals belum lama diluncurkan. Penulis Air Mata Api, Piter Abdullah Redjalam mengungkapkan, novel tersebut disambut baik oleh Iwan Fals. Iwan juga siap melakukan kerja sama untuk memfilmkannya di layar lebar.

“Untuk film sedang ada proses pembicaraan. Produser sudah siap dan Cikal (anak Iwan Fals) sudah bawa novel Air Mata Api ini ke mana-mana. Disodorkan juga ke Dedy Mizwar. Kita rencanakan bagaimana mewujudkan novel ini menjadi trilogi film,” ungkap Piter Abdullah dalam bincang-bincang yang digelar secara online, Rabu (22/7/2020).

Cerita Air Mata Api, kata Piter, dirangkai dari lagu-lagu Iwan Fals. Total ada 12 lagu Iwan Fals yang menginspirasi cerita dalam novel setebal 212 halaman terbitan Raja Grafindo Persada. Lagu-lagu yang menginspirasi buku seharga Rp70 ribu itu adalah Berandal Malam di Bangku Terminal, Rindu Tebal, Azan Subuh Masih di Telinga, Nak, Ujung Aspal Pondok Gede, Doa Istri Seorang Bromocorah, Antara Aku dan Bekas Pacarmu, Sugali, Ada Lagi yang Mati, Jangan Tutup Dirimu, Air Mata Api, dan Aku Antarkan.

“Ini cerita dari lagu Iwan menurut versi saya. Saya ingin ini dibuatkan film sehingga karakter dan tokohnya muncul. Karena itu, ceritanya harus kuat. Ada unsur drama, action, dan romantisme,” papar Piter.

.Air Mata Api berkisah tentang tokoh Gara yang dramatis. Gara, lelaki tengah malam (preman), dia kehilangan bapak dan ibu sejak kecil, dan ketika mencintai perempuan dia juga kehilangan.

Piter mengungkapkan, cinta dan keikhlasan yang melatarbelakanginya menulis novel ini. “Saya sangat mengagumi lagu-lagu Iwan Fals. Lagu-lagu Iwan di kampung saya di Pagar Alam itu sangat disukai. Album Sarjana Muda (1981) itu meledak di kampung saya. Lagu Sarjana Muda, Bung Hatta, Yang Terlupakan, 22 Januari, dan lain-lain snagat disukai. Sejak saat itu saya tumbuh bersama lagu-lagunya Iwan Fals. Saya kira gak ada anak muda, yang biasa begadang, nyanyi-nyanyi dan main gitar, gak seru kalau gak bersama lagu Iwan,” ungkap Piter.

Selain itu, kagum Piter, lagu-lagunya Iwan memiliki lirik yang sangat kuat dan mengena di hatinya. “Dari lagu yang liriknya begitu kuat,saya melihat cerita di lagu, itu bisa dirangkai menjadi novel dan tokoh-tokohnyanya bisa dimunculkan dalam film,” tambah Piter yang membeli semua album Iwan dari pertama hingga album terakhir.



Sumber: BeritaSatu.com