YouTube Tolak Hapus dan Larang Lirik Lagu Anti-Asia
Logo BeritaSatu

YouTube Tolak Hapus dan Larang Lirik Lagu Anti-Asia

Kamis, 1 April 2021 | 13:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

California, Beritasatu.com- YouTube menolak untuk melarang video dari artis hip-hop YG yang berisi lirik kekerasan anti-Asia. Seperti dilaporkan Nbcnews, Rabu (31/3), penolakan terjadi meskipun ada dorongan di antara staf untuk menghapus lagu, "Meet the Flockers," dari platform.

Eksekutif YouTube setuju bahwa lagu artis hip-hop YG "sangat menyinggung" dan "menyakitkan bagi banyak orang untuk ditonton". Tetapi lagu itu tidak akan dihapus.

Lagu rapper 2014 ini bercerita tentang bagaimana melakukan perampokan dan dimulai dengan satu lirik yang merekomendasikan orang Asia sebagai target termudah untuk invasi rumah: "Pertama, Anda menemukan rumah dan melihatnya / Temukan lingkungan Pecinan / 'Karena mereka tidak' tidak percaya pada rekening bank. " ("Flockers" adalah bahasa gaul untuk pencuri.)

Di tengah gelombang perhatian terhadap bias dan kekerasan anti-Asia, menurut Bloomberg, komentar panas di papan pesan perusahaan YouTube menyebabkan para pemimpin YouTube setuju untuk mengadakan urung rembuk atas masalah tersebut.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah bahwa eksekutif YouTube setuju bahwa lagu tersebut "sangat menyinggung" dan "menyakitkan bagi banyak orang untuk menonton," tetapi tidak akan dihapus.

Satu komentar di papan pesan perusahaan yang diarahkan ke manajemen berbunyi: "Ini adalah kesempatan sempurna Anda untuk menunjukkan kepemimpinan Anda sebagai pemimpin untuk 'Inisiatif Keadilan Rasial.'"

Menurut Bloomberg, komentar tersebut mendapat dukungan lebih dari 430 suara masuk ke rapat balai kota yang diselenggarakan oleh kepala keberagaman dan inklusi YouTube.

Dalam satu memo kepada staf yang menjelaskan alasan untuk tidak memblokir video YG, manajemen menyampaikan alasan sendiri. “Kami akan mulai dengan mengatakan kami menemukan video ini sangat ofensif dan memahami itu menyakitkan bagi banyak orang untuk ditonton, termasuk banyak di Trust & Safety dan terutama mengingat kekerasan yang sedang berlangsung terhadap komunitas Asia,” katanya.

Menurut manajemen YouTube, salah satu tantangan terbesar dalam bekerja dalam Trust & Safety adalah terkadang perusahaan harus membiarkan konten yang tidak disetujui atau dianggap menyinggung.

“Terkadang video yang melanggar kebijakan kami diizinkan untuk tetap tayang jika memiliki konteks Pendidikan, Dokumenter, Ilmiah, atau Artistik. Dalam hal ini, video ini menerima pengecualian EDSA sebagai pertunjukan musik," lanjut memo YouTube untuk staf.

Menurut manajemen YouTube, akibat menghapus video tersebut akan berdampak luas pada konten musik lain yang berisi lirik kekerasan atau menyinggung yang serupa, dalam genre mulai dari rap hingga rock.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pernah Alami Diskriminasi, Bintang K-Pop BTS Kutuk Kekerasan Anti-Asia

Bintang K-pop BTS mengutuk meningkatnya kekerasan anti-Asia di Amerika Serikat (AS) seraya mengingat saat-saat mereka pernah menghadapi diskriminasi.

HIBURAN | 1 April 2021

Plaza Indonesia Gelar Konser Amal Virtual Memperingati HUT ke-31

Plaza Indonesia menyelenggarakan rangkaian konser amal secara virtual bertema 90s Dance Music Edition untuk menggalang dana.

HIBURAN | 1 April 2021

Bangganya Rossa Saat Personel Super Junior Jadi Model Video Klip

Lagu Rossa berjudul Hati yang Kau Sakiti itu diubah dengan bahasa Korea berjudul Sangcheo Badeun Maeum.

HIBURAN | 31 Maret 2021

Penayangan Venom 2 Kembali Ditunda

Film sekuel Venom: Let There Be Carnage kembali ditunda selama satu minggu dari 17 September hingga 24 September 2021.

HIBURAN | 31 Maret 2021

Kolaborasi dengan Musisi Hebat, 3 Produser Siap Gebrak Musik Elektronik Tanah Air

Tiga produser muda berbakat, Tebedayeng, Ryuzaki Rama, dan Quickbuck siap menggebrak industri musik elektronik dengan menggandeng tiga penyanyi hebat.

HIBURAN | 30 Maret 2021

Nyaleg, Girry Pratama Ingin Perangi Mafia Perfilman Tanah Air

Ia yakin bahwa industri perfilman Indonesia bisa bersaing dengan industri film dunia.

HIBURAN | 30 Maret 2021

5 Bulan Bebas dari Penjara, Aktor Agung Saga Kembali Ditangkap karena Narkoba

Ironisnya, kasus narkoba ini muncul setelah Agung baru saja bebas lima bulan lalu dari penjara.

HIBURAN | 30 Maret 2021

Cinema XXI Gandeng Nusantics Pastikan Udara Bioskop Aman

Hasil penelitian Nusantics, startup bioteknologi, menyatakan sampel udara di bioskop Cinema XXI aman dari partikel virus SARS COV-2 serta mutasi virus tersebut.

HIBURAN | 30 Maret 2021

Firli Bahuri: Film Menjadi Media Perangi Korupsi

KPK menggelar Anti Corruption Film Festival (ACFFest), festival di mana para sineas diharapkan memproduksi film pendek antikorupsi.

HIBURAN | 30 Maret 2021

Ihsan Tarore Rambah Dunia Konten Kreator

Ihsan Tarore saat ini aktif sebagai konten kreator di platform video pendek Likee.

HIBURAN | 29 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS