Pengasuh Ponpes Buntet Cirebon Doakan Ahok Hadapi Sidang

Pengasuh Ponpes Buntet Cirebon Doakan Ahok Hadapi Sidang
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjalani sidang kasus dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang berlokasi di bekas gedung PN Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa 13 Desember 2016. ( Foto: AP POOL/Tatan Syuflana )
/ FMB Selasa, 13 Desember 2016 | 10:18 WIB

Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat KH Adib Rofiuddin Izza, menegaskan para agamawan harus mengedepankan adab berdakwah seperti halnya Nabi Besar Muhammad SAW yang dalam ceramahnya tidak memaki-maki dan berdemo dalam mengingatkan orang yang bersalah.

Menurut KH Adib, berdakwah yang benar adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dengan cara yang penuh hikmah. "Jika kita harus menegur orang yang bersalah tentu dengan nasihat yang baik. Bukan dengan memaki-maki dan demo. Ini para agamawan malah ceramahnya memaki-maki dan menggoblok-goblokkan serta memerintahkan membunuh. Inikah ulama itu?" tegas KH Adib dalam ceramah memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Jakarta, Senin (12/12).

Dia menambahkan, apalagi orang yang dianggap bersalah tersebut sudah meminta maaf. Adib juga mengingatkan Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS untuk menegur Raja Firaun dengan nasihat yang baik. Karena Firaun sudah melampaui batas dan mengaku sebagai Tuhan.

KH Adib juga meminta kepada jemaah untuk mendoakan agar Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberi kemudahan dalam menghadapi cobaan dan ujian yang dihadapinya. KH Adib juga mendoakan Ahok agar diberikan kelancaran saat menghadapi sidang perdananya hari ini, Selasa (13/12) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada, Jakarta.

Dalam kesempatan itu Basuki meminta kepada para alim ulama, kyai, ustadz dan jemaah yang hadir untuk mendoakan agar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan dan ujian ini. Selain itu, Basuki juga kembali meminta maaf kepada seluruh jamaah yang hadir dan kepada seluruh umat muslim di Indonesia dalam acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tersebut.

"Saya minta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Saya juga berterima kasih untuk doa-doanya, saya meminta didoakan supaya di persidangan berjalan lancar. Bimbinglah saya, ingatkan saya, tuntun saya agar menjadi gubernur yang amanah sesuai dengan sifat Nabi Muhammad," pinta Ahok dalam sambutannya di acara Maulid tersebut.

Ahok juga menegaskan bahwa dirinya sebagai manusia memiliki kekurangan. "Saya sangat mengenal acara Maulid seperti ini karena saya memang dibesarkan di Belitung Timur yang 93 persen penduduknya muslim. Bahkan ayah angkat saya, Haji Andi Baso Amir adik kandung mantan panglima TNI Jenderal TNI M. Yusuf berpesan kalau saya jadi pejabat, pelayan masyarakat harus ikutin teladan Nabi Besar Muhammad SAW," tutur Ahok.

Basuki melanjutkan, bahwa dirinya selalu diingatkan agar menjadi pejabat publik yang benar dan jujur. "Saya juga harus menjadi pejabat yang Tabligh yakni yang selalu membawa kabar yang baik. Pejabat juga harus Fathanah yakni, cerdas dan terampil. Selain itu tentunya menjadi seorang pejabat haruslah Amanah, yakni bisa dipercaya. Bukan untuk saya pribadi, tetapi karena tanggung jawab yang besar sebagai pejabat publik yang melayani warga Jakarta," pungkas Ahok.



Sumber: Suara Pembaruan