Niat Cari Jodoh, Motor Malah Hilang

Niat Cari Jodoh, Motor Malah Hilang
Ilustrasi media sosial. ( Foto: Istimewa )
Vento Saudale / FMB Minggu, 26 November 2017 | 19:37 WIB

Bogor - Seorang pria DD (23) warga Ciapus, Kabupaten Bogor harus merelakan sepeda motornya F 5689 KC hilang setelah tertipu perempuan DHN (27). DD terperdaya setelah melihat iklan cari jodoh yang dipasang DHN di lini masa media sosial.

Kapolsek Babakan Madang, Polres Bogor, Komisaris Wawan Wahyudin dalam keterangannya menuturkan, pengungkapan kasus berawal ketika DD tertarik melihat iklan cari jodoh di Facebook awal bulan lalu yang dipasang tersangka DHN. Selama beberapa pekan, DD dan DHN intens berkomunikasi dan membuat janji melakukan pertemuan.

Keduanya pun sepakat bertemu di Simpang Sentul, Sabtu (25/11), lalu keduanya dengan menggunakan sepeda motor milik DD pergi ke sebuah rumah makan di Babakanmadang. “Pada saat itu, pelaku mengaku akan membeli baju lalu meminjam sepeda motor korban. Selang setengah jam tidak kembali, korban melapor kepada polisi,” kata kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu (26/11).

Setelah mendapatkan laporan, tersangka DHN (27) diamankan Sabtu malam. Ia ditangkap di sebuah kontrakan di daerah Citeureup, Kabupaten Bogor yang baru sebulan ditinggalinya.

“Sudah diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan. Dari kontrakannya, juga diamankan barang bukti sepeda motor F 5689 KC milik korban beserta kunci kontak dan surat kendaraan,” katanya.

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku DHN sudah berhasil memperdayai tiga laki-laki melalui iklan cari jodoh yang dipasangnya sejak awal 2017. Setelah mendapatkan barang dari korban, DHN yang juga merupakan residivis kasus penganiayaan menjual barang hasil kejahatannya kepada penadah.

“Kami masih menyelidiki, apakah barang hasil kejahatannya kendaraan atau barang lain. Polisi juga sedang mengejar penadah barang curian dari kejahatan DHN,” kata Wawan. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi.

Tersangka DHN akan dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak selalu percaya dengan penawaran atau iklan yang terpasang di lini masa. Masyarakat diharapkan selalu mawas mengecek kebenaran iklan tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com