Bekuk 4 Pengedar, Polisi Sita 17 Kg Sabu dan 17.000 Ekstasi

Bekuk 4 Pengedar, Polisi Sita 17 Kg Sabu dan 17.000 Ekstasi
Ilustrasi sabu ( Foto: Antara/fanny Octavianus )
/ JAS Senin, 27 November 2017 | 11:25 WIB

Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, membekuk empat pengedar narkotika dan menyita barang bukti 17 kilogram sabu-sabu serta 17.000 butir ekstasi, di Jalan Komplek Metro Permata, Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Para pengedar dikendalikan seorang narapidana.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Suwondo Nainggolan mengatakan, keempat tersangka berinisial AF alias AKY, HIM alias HST, MAS alias Abay, dan MLY alias Komo.

"Ya, kami berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan tablet ekstasi yang dikendalikan narapidana," ujar Suwondo, Senin (27/11).

Dikatakan, kronologi pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkotika di daerah Karang Tengah, Kota Tangerang, Jumat (17/11) lalu.

"Anggota kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka AF alias AKY di Jalan Komplek Metro Permata, Karang Mulya, Karang Tengah, Kota Tangerang dengan barang bukti 3 kilogram sabu," ungkapnya.

Ia menambahkan, petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pacar tersangka AF berinisial HIM alias HST, serta menyita 14 bungkus plastik berisi sabu-sabu masing-masing seberat 1 kilogram dan 17 bungkus berisi 17.000 butir ekstasi, di Jalan Abdulah 2, Gang Asem, Karang Mulya, Karang Tengah, Kota Tangerang.

"Tersangka AF dan HIM menyampaikan kalau narkotika itu diambil dari tersangka MAS di depan Dunkin Donuts, Komplek Metro Permata, Karang Mulya, Kota Tangerang yang disimpan dalam sebuah mobil Daihatsu Luxio warna hitam. Mobil itu dipantau oleh sekuriti Dunkin Donuts berinisial MLY alias Komo. Mobil itu gudang berjalan untuk memudahkan transaksi," katanya.

Suwondo mengungkapkan, anggota kemudian kembali melakukan pengembangan dan menangkap tersangka MAS di Komplek DPA RI Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat serta tersangka Komo di Belendungan, Benda, Kota Tangerang.

"Mereka mengakui kalau dikendalikan narapidana berinisial DS alias DR. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Lapas. Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) SubsiderPasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun," tandasnya.