Geografis Alam Papua Jadi Hambatan TNI-Polri Evakuasi Korban Pembantaian

Geografis Alam Papua Jadi Hambatan TNI-Polri Evakuasi Korban Pembantaian
Wakil Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi saat memberi keterangan soal geografis Papua di Jayapura, Papua, Selasa (4/12). ( Foto: BeritaSatu TV )
Winda Ayu Larasati / WIN Rabu, 5 Desember 2018 | 10:10 WIB

Jayapura-Tim gabungan TNI dan Polri mengalami hambatan saat bergerak menuju lokasi pembantaian 31 pekerja proyek PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Mbua, Papua. Kondisi geografis alam Papua menjadi hambatan bagi tim untuk segera tiba di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang diterima Wakil Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi, Selasa (4/12) pukul 18.00 WIT, tim gabungan baru tiba di Pos Yalet 755 Distrik Mbua. Dari Pos Yalet 755 ke lokasi kejadian, tim gabungan harus berjalan kaki menembus lebatnya hutan Papua, gunung dan jurang yang terjal, termasuk melewati beberapa anak sungai yang alirannya sangat deras.

"Kondisi medan di Distrik Mbua maupun Distrik Yigi berat dan menantang. Di mana itu didominasi oleh hutan-hutan lebat, berbukit, jurang yang terjal, serta sungai yang memiliki aliran yang deras," kata Dax Sianturi di Jayapura, Papua, Selasa (4/12).

Sementara jenazah anggota TNI yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), masih berada di Pos Yalet 755 Mbua. Rencananya, jenazah itu akan dievakuasi menggunakan helikopter ke Wamena, namun cuaca yang berkabut membuat evakuasi belum bisa dilakukan.

"Kondisi cuaca berubah di Wamena menjadi pertimbangan kami, apakah evakuasi dapat kita lakukan sore ini (4/12) atau tunggu besok (5/12) pagi, atau kita gunakan jalur darat." tutupnya.



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE