Pelaku Pembunuhan Siswi SMK Masih Misterius

Pelaku Pembunuhan Siswi SMK Masih Misterius
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, usai Rakor lintas instansi di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Kamis 10 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Kamis, 10 Januari 2019 | 12:03 WIB

Bogor - Tiga hari pascaditemukan jenazah siswi SMK Andriana Yubelia Noven Cahya (18) di sebuah gang sempit di Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor kemarin, polisi terus menggali ciri-ciri pelaku yang terekam kamera pengawas CCTV. Polisi kembali mengamankan pria berinisial S di Bandung dan pernah dekat dan menjalin hubungan dengan korban.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, usai Rakor lintas instansi di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor menuturkan, saat ini polisi masih mengidentifikasi profil pelaku yang tertangkap kamera saat kejadian pembunuhan.

"Kesulitan kami di lapangan dikarenakan minimnya saksi saat peristiwa pembunuhan. Sedangkan indetifikasi profil wajah melalui CCTV masih dibutuhkan waktu, mengingat gambar yang dihasilkan tidak maksimal," kata Hendri, Kamis (10/1).

Guna penyelidikan, Polresta Bogor Kota membentuk tim khusus gabungan melibatkan Mabes Polri dan Polda Jabar. Selain itu, barang bukti berupa rekaman video CCTV berdurasi sekitar satu jam dibawa ke Mabes Polri guna mengungkap idenitas pelaku.

"Kami mohon masyarakat bersabar, ini masih dalam penyelidikan. Namun, kami berkomitmen untuk mengungkap secepatanya," paparnya.

Melalui jejak digital media sosial korban, polisi telah mengamankan seorang berinisial S kemarin. Kapolres pun menyebut, pria yang diamankan di Bandung tersebut kapasitasnya masih saksi.

Berdasarkan jejak digital itu, sosok S kerap diidentikkan sebagai pelaku dengan foto bersama dengan korban beberapa waktu lalu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan profil S tdak identik dengan pelaku yang terekam di kamera CCTV. Kapasitasnya masih saksi," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan, S mengakui pernah dekat dan menjalin hubungan dengan korban. Pada saat kejadian S tidak terlacak berada di Kota Bogor, hal itu juga didukung dengan beberapa saksi yang sudah diperiksa.



Sumber: BeritaSatu.com