Ungkap Pelaku Teror Rumah Wakil Ketua KPK, Polisi Pakai Metode Induktif

Ungkap Pelaku Teror Rumah Wakil Ketua KPK, Polisi Pakai Metode Induktif
Polisi memeriksa rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, yang diduga mendapatkan teror pelemparan botol molotov, di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42C RT 01 RW 03, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 10 Januari 2019 | 14:03 WIB

Jakarta - Tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, terus menyelidiki siapa pelaku teror pelemparan dua botol molotov, di kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42C RT 01 RW 03, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Polisi memulai penyelidikan dari olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, dan menganalisa bukti petunjuk berupa rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi.

"Kasus pelemparan benda di rumah Wakil Ketua KPK, pak Laode, setelah kita bentuk tim, tim itu sudah bergerak, dan kita lakukan kegiatan metode induktif. Artinya kita mulai dari TKP," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (10/1).

Dikatakan, dari olah TKP yang dilakukan Inafis dan Puslabfor, penyidik mendapatkan barang bukti berupa dua botol molotov -salah satunya sudah pecah-.

"Ada sebuah botol yang ada sumbunya, dan di dalamnya ada cairannya. Itu masih utuh yang ada di TKP. Kedua ada botol yang dalamnya ada cairannya, sumbunya, dan pecah di sana. Menurut keterangan saksi cairan itu mengandung bahan bakar. Kemudian, barang bukti itu sudah kita kirim ke laboratorium forensik untuk diuji dan periksa itu bahannya apa saja, itu dari metode induktif," ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik sudah memeriksa 11 orang terkait pelemparan botol molotov itu. Termasuk, meminta keterangan Laode dan keluarganya.

"Saksi ada 11 orang sudah kita periksa, baik saksi dari korban, keluarga, maupun orang yang tinggal di situ, dan saksi yang jualan di depan rumah korban, ada juga tetangga. Pada prinsipnya dari keterangan saksi ada yang mendengar suatu pelemparan yang menyerupai gelas pecah suaranya, lalu ada saksi yang menyampaikan bahwa ada suara kendaraan bermotor roda dua, suara itu sudah disampaikan ke penyidik pada saat pemeriksaan," katanya.

Menurutnya, penyidik juga telah mengantongi rekaman CCTV dan saat ini sedang dianalisa Puslabfor Mabes Polri. "Ada bukti petunjuk yang sudah diamankan, yaitu CCTV. Baik di rumah korban dan CCTV yang ada di jalur, itu sudah kita ambil dan bawa ke laboratorium forensik. Kita evaluasi seperti apa gambar dari CCTV itu, kita akan lihat dan akan mengetahui kira-kira ketajaman atau siapa saja yang ada di dalam CCTV itu, nanti kita akan lihat. Kita masih menunggu hasil dari evaluasi laboratorium forensik," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE