Pemuda Banting Sepeda Motor Tidak Terpengaruh Obat Terlarang

Pemuda Banting Sepeda Motor Tidak Terpengaruh Obat Terlarang
Adi Saputra, pemuda yang merusak motornya sendiri saat kena tilang, menangis di Mapolres Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/2/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
Bayu Marhaenjati / YUD Sabtu, 9 Februari 2019 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak kepolisian telah memeriksa urine tersangka Adi Saputra yang membanting sepeda motornya sendiri. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan terpengaruh obat-obatan atau zat adiktif lainnya. Hasil pemeriksaan urine tersangka negatif.

"Hasil pemeriksaan urine dan darah tersangka tidak menunjukkan indikasi bahwa yang bersangkutan dalam pengaruh obat-obatan terlarang atau bahan adiktif lainnya," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho, Sabtu (9/2).

Sebelumnya diberitakan, tindakan Adi merusak sepeda motornya di depan Polantas yang menilangnya, di Jalan Letnan Soetopo (Depan Pasar Modern BSD) Serpong, Kota Tangerang Selatan, berujung pidana.

Pemuda yang berprofesi sebagai pedagang kopi itu, ditangkap polisi terkait tindak pidana penadahan -karena membeli motor hasil penipuan dan penggelapan-, membuat surat palsu hingga menghancurkan barang bukti di depan petugas yang berwenang.

Adi dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau pasal 378 KUHP Juncto Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 233 KUHPdan atau Pasal 406 KUHP, dengan ancaman hukuman sampai 6 tahun penjara.

Selain itu, Adi juga melanggar Pasal 281 dan 288 ayat (1) dan 280 dan 291 ayat (1) dan ayat (2) dan 282 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas, lantaran tidak memiliki SIM saat berkendara, berkendara tidak dilengkapi dengan STNK, tidak memasang nomor polisi kendaraan yang sesuai, tidak memakai helm SNI, membiarkan penumpang tidak menggunakan helm sebagaimana mestinya, dan tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas kepolisian.



Sumber: BeritaSatu.com