Bunuh Diri, Perempuan Lompat dari Lantai 3 Apartemen Margonda Residence

Bunuh Diri, Perempuan Lompat dari Lantai 3 Apartemen Margonda Residence
Jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramatjati. ( Foto: Beritasatu Photo / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / WBP Selasa, 12 Maret 2019 | 21:20 WIB

Depok, Beritasatu.com - Seorang perempuan muda (24) ditemukan tewas pada Senin (11/3/2019) pukul 18.45 WIB di Apartemen Maegonda Residence 5 Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat.

"Korban tewas atas nama Reni Novita Dewi, warga Kampung Pabuaran RT 05/08 Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor," kata Kapolsek Beji Kompol Yenny Anggreny di Depok, Selasa (12/3/2019).

Kapolsek Beji Kompol Yenny Anggreny mengatakan, kronologi kejadian berawal saat seorang saksi yakni Dita yang merupakan office boy di apartemen tersebut sedang beristirahat di bangku dekat kolam renang pada pukul 18.20 WIB. Tiba-tiba terdengar seperti orang terjatuh. Ternyata memang ada orang terjatuh. Dita kemudian melaporkan kepada petugas keamanan di apartemen dan dilanjutkan melapor ke Polsek Beji. "Kami lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) yang dipimpin oleh Wakapolresta Depok AKBP Arya Pradana didampingi Kabagops Kompol Hari Agung," kata Yenny Anggreny.

Korban menggunakan jaket berwarna merah, jilbab pink dan celana jeans warna biru. Korban mengalami luka pada pinggul sebelah kiri.

Wakapolres Depok AKBP Arya Pradana menuturkan, saat olah TKP, petugas mendatangi unit 1719 di lantai 3, tetapi kamar dalam keadaan terkunci dari dalam. Kemudian pintu dibuka paksa oleh petugas engineering. Ketika pintu terbuka, didapati pecahan gelas di wastafel dan kamar mandi. Pintu dalam keadaan terbuka dan ada sebuah kursi berwarna merah. "Kursi warna merah inilah yang diduga menjadi tumpuan korban untuk loncat. Kami pastikan korban meninggal bunuh diri," kata Arya Pradana.

Lebih lanjut diungkap Arya Pradana, korban menyewa apartemen di unit 1719 di lantai 3. Menurut keterangan penyewa atas nama Dedy, pemilik unit bernama Devis bertemu dengan korban di depan lobi untuk memberikan kunci akses. Unit itu disewakan dengan tarif Rp 235.000 untuk 24 jam.

Polresta Depok telah memeriksa empat saksi yakni petugas office boy, petugas keamanan, petugas general affairs dan pemilik unit 1719. "Kami masih dalami kasus ini. Termasuk mencari kerabat korban. Dan mencari tahu apa yang menyebabkan korban bunuh diri," pungkas Arya Pradan.



Sumber: Suara Pembaruan