BNN: Happy Water Marak Beredar di Tempat Hiburan Malam

BNN: Happy Water Marak Beredar di Tempat Hiburan Malam
Petugas BNN menunjukkan barang bukti Narkotika jenis baru yang dikemas dalam minuman sachet sari buah, Kamis (14/3/2019). ( Foto: Beritastau Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FER Kamis, 14 Maret 2019 | 19:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional  (BNN) Kota Jakarta Utara menangkap dua orang berinisial T (40) dan B (30) yang merupakan pasangan pengedar narkotika jenis baru bernama Happy Water di sebuah apartemen di Pademangan Timur, Jakarta Utara, Rabu (12/3/2019).

"Keduanya mengedarkan barang tersebut di sebuah klub malam berinisial C di bilangan Jakarta Barat. Happy Water ini marak diedarkan kepada pengunjung tempat hiburan malam dan tidak menutup kemungkinan sudah sampai ke kalangan artis," ujar Kepala BNNK Jakarta Utara,Yuanita Amelia Sari, di Markas BNNK Jakarta Utara Gedung Mitra Praja Sunter Lantai 5, Kamis (14/3/2019).

Yuanita menyebutkan, kedua tersangka T dan B sudah menjalankan aksinya mengedarkan narkotika jenis Happy Water selama setahun terakhir. Dalam setiap pemesanan ke oknum bandar besar di Malaysia mereka biasa memesan sekitar 30-40 paket Happy Water yang sudah terbungkus rapih dalam kemasan minuman ringan.

"Efek dari mengonsumsi Happy Water sama seperti menggunakan inex atau pil ekstasi. Efeknya bisa dikontrol. Jadi pada saat dia di tempat hiburan dia bisa cepat on, tapi ketika dia sudah bekerja seperti biasa, dia biasa lagi, normal. Jadi bisa dikendalikan dengan suasana hati. Itu yang membedakan," jelas Yuanita.

Perbedaan signifikan tampak dari komposisi warna serbuk keduanya. Serbuk Happy Water cenderung berwarna oranye gelap dan agak mencolok, sementara serbuk Nutrisari berwarna oranye terang. Selain itu pada minuman ringan palsu gambar kemasan menembus list batas bagian bawah kemasan produk.

"Happy Water merupakan narkotika jenis baru yang disebarkan kedua tersangka dengan kondisi sudah terbungkus dalam kemasan minuman sari buah instan yang sangat populer di Indonesia. Produk ini didatangkan darah Malaysia menggunakan jalur udara," tambah Yuanita.

"Mereka melakukan transaksi ini sudah 3 kali dan mendapatkan barang dari Malaysia dengan pesawat udara. Ini memang modus jenis baru jadi ditaruh seperti biasa di dalam koper seperti kita biasa membeli, jadi tidak terlacak karena secara kasat mata ini seperti bungkus biasa," jelas Yuanita

Dua sejoli pengedar narkotika jenis Happy Water (T & B) dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 dan pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.



Sumber: Suara Pembaruan