Polda Metro Jaya Perangi Bandit di Ibu Kota

Polda Metro Jaya Perangi Bandit di Ibu Kota
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/3). ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / FER Jumat, 15 Maret 2019 | 16:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, memerintahkan jajarannya membentuk Tim Anti-Bandit untuk memerangi penjahat jalanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. 186 bandit diciduk polisi dan ditetapkan sebagai tersangka terkait berbagai kejahatan.

"Bapak Kapolda membentuk namanya Tim Anti-Bandit di seluruh Polres. Tim ini mulai bekerja pada 11 Maret sampai 14 Maret, melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada Beritasatu.com di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/3).

Dikatakan Argo, sebanyak 186 pelaku kejahatan seperti jambret, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, todong, copet, dan lainnya, ditangkap dalam kurun waktu empat hari.

"Ada 181 tersangka (jajaran Polres), dari 100 laporan polisi yang rata-rata kejadiannya seperti jambret, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, todong, bermacam-macam. Polda Metro dari Subdit Jatanras dan Ranmor ada lima pelaku, jadi ada 186 tersangka," ungkapnya.

Argo menyampaikan, Polres Metro Jakarta Barat paling tinggi menangkap pelaku dengan jumlah 50 tersangka. Kedua, Polres Metro Jakarta Selatan sebanyak 37 tersangka. "Ketiga, Polres Jakarta Utara tersangkanya ada 31 orang," katanya.

Menurutnya, kegiatan ini serentak dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak khawatir berpergian keluar dan beraktivitas.

"Kepada masyarakat jangan khawatir berpergian, kami dari Tim Anti-Bandit akan selalu mengamankan kegiatan di masyarakat, kegiatan keramaian. Kita jamin, kita pastikan, bahwa kita akan terus melakukan kegiatan ini. Setelah ini kita tetap lakukan lagi untuk memberikan rasa aman," jelasnya.

Argo menyebutkan, polisi menyita barang bukti berupa lima pucuk senjata api, 42 senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban. Selain itu, ada 62 sepeda motor, dua mobil, 11 kunci letter T, dan lainnya.

"Ada satu anak di bawah umur yang diamankan. Tentu perlakuannya berbeda di hadapan hukum. Penahanannya beda," tandas Argo.



Sumber: BeritaSatu.com