DPR Minta Kasus Pembobolan ATM Diusut Tuntas

DPR Minta Kasus Pembobolan ATM Diusut Tuntas
Ilustrasi Rupiah. ( Foto: BeritaSatu Photo / David Gita Roza )
/ WBP Rabu, 20 Maret 2019 | 14:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan politisi turut mendukung pihak kepolisian menuntut tuntas kasus pembobolan ATM dengan teknik skimming. Kasus yang sempat heboh karena menyeret seorang kerabat calon presiden (capres) Prabowo Subianto itu diharapkan tidak terulang.

Politisi partai Golkar John Kenedy Azis mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kinerja kepolisian atas keberhasilan membongkar kasus tersebut. ”Saya minta pihak kepolisian tidak pandang bulu dalam melakukan penegakkan hukum terhadap siapa pun yang diduga secara hukum telah melakukan tindak pidana tersebut," ujar anggota Komisi III DPR itu ketika dihubungi wartawan, di Jakarta, Rabu (20/03/2019).

Menurut John Kenedy Azis, kejahatan tersebut bukan hanya merugikan perbankan dan institusi terkait. Lebih dari itu, berpotensi mengakibatkan kecemasan di tengah masyarakat. "Anda bisa bayangkan bagaimana kecewanya si pemilik ATM yang tiba-tiba melihat uang di rekeningnya telah raib atau habis terkuras,” kata John Kenedy Azis.

John Kenedy Azis juga meminta pihak perbankan meningkatkan keamanan terkait sistem teknologi agar bertransaksi lebih aman. "Jangan sampai ada kartu ATM yang dapat digandakankan. Bagaimanapun keamanan uang nasabah di suatu bank adalah menjadi tanggung jawab dari bank tersebut,” tegasnya.

Seperti diketahui, polisi menangkap Ramyadjie Priambodo pada 26 Februari 2019. Penyidik menyita barang bukti satu mesin ATM (offline), ketika melakukan penggeledahan di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Penangkapan Ramyadjie Priambodo viral di media sosial karena tersangka disebut-sebut merupakan keponakan atau kerabat Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Selain itu, Ramyadjie juga diketahui sebagai Bendahara Tunas Indonesia Raya (Tidar) yang merupakan organisasi sayap Gerindra.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Ramyadjie bukan keponakan langsung Prabowo, melainkan diduga kerabat jauh. Bahkan, dia tidak tahu siapa yang bersangkutan dan silsilah keluarganya.

Selain Ramyajdie, polisi juga mengungkap skimming yang dilakukan WNA asal Bulgaria, Vassil Kirilov alias Bakarskyida di Bali pada Minggu (17/3/2019).



Sumber: BeritaSatu.com