Kasus Penipuan Kupon Hadiah, Polisi Tangkap 6 Tersangka

Kasus Penipuan Kupon Hadiah, Polisi Tangkap 6 Tersangka
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho, menunjukan barang bukti kasus dugaan penipuan bermodus kupon hadiah. 28 Maret 2019. ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / HA Kamis, 28 Maret 2019 | 21:20 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Polres Tangerang Selatan menangkap enam orang tersangka terkait kasus dugaan penipuan bermodus kupon hadiah, di Ruko Golden Boulevard Blok E41, Lengkong Karya, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan, keenam tersangka yang ditangkap atas nama Sri Sudarti selaku pemilik UD Surya Agung Perdana (SAP), Genta Kurniawan (supervisor), Renold Firnando (supervisor), Eti Susanti (supervisor), Marjoni (supervisor), dan M Sofyan (marketing).

"Perkara diduga tindak pidana penipuan dengan modus kupon undian berhadiah. Tersangka yang diamankan enam orang," ujar Alexander, Kamis (28/3/2019).

Dikatakan Alexander, kronologi kejadian bermula ketika tersangka Sofyan memberikan satu kupon kepada korban Ervina (28), pada saat selesai berbelanja di sebuah toko serba ada.

"Setelah dibuka terdapat tulisan voucher makan dan gambar undian. Kemudian, tersangka mengarahkan korban datang ke kantornya," ungkap Alexander.

Alexander menyampaikan, sesampainya di Kantor UD SAP, korban diarahkan bertemu dengan tersangka Genta untuk diberikan voucher makan dan kupon undian. Pada saat korban membuka kupon itu, ternyata kuponnya berisi hologram yang disebut berhadiah mobil, sepeda motor, uang tunai, hingga logam mulia.

Sejurus kemudian, korban diarahkan menggosok hologram itu, namun dengan persyaratan membayar sebesar Rp 13.999.000 dan menandatangani surat pernyataan.

"Untuk meyakinkan korban, tersangka Genta menjamin kalau hologramnya kosong (tanpa hadiah) akan diberi uang pengganti Rp 20 juta," kata Alexander.

Korban, tambah Alexander, akhirnya tertarik dan mau membayar serta menandatangani surat pernyataan. Selanjutnya, korban menggosok hologram di kupon hadiah itu.

"Ternyata setelah digosok korban mendapatkan air purifier (penyejuk udara). Korban pun merasa dirugikan karena harga air purifier itu tidak sebanding dengan harga yang dibayarkan," jelas Alexander.

Merasa ditipu, korban pun melaporkan peristiwa itu ke Polres Tangerang Selatan, dengan nomor Laporan Polisi Nomor: LP/343/K/III/2019/SPKT/RES Tangsel, tertanggal 25 Maret 2019.

Alexander mengungkapkan, hasil interogasi para pelaku berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Tersangka Sofyan sebagai marketing, bertugas menyebarkan brosur kupon kepada konsumen secara acak, termasuk memikat konsumen agar mau mengikuti program pesta berhadiah. Keuntungan yang didapat Rp 700.000 per konsumen.

Kemudian, para supervisor berperan membujuk konsumen saat berada di kantor dan menjelaskan persyaratan. Mereka mendapatkan keuntungan Rp 300.000.

"Pemilik berperan mengadakan program pesta hadiah dan menjalankan undian tidak sesuai dengan peraturan berlaku," tandasnya.

Para pelaku diduga melanggar Pasal 8 dan atau 9 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau 378 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.



Sumber: BeritaSatu.com