Jelang Pemilu, TNI-Polri Gelar Patroli

Jelang Pemilu, TNI-Polri Gelar Patroli
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 15 April 2019 | 15:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, menggelar patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan jelang pemilu, di Ibu Kota Jakarta. Hingga saat ini, belum ada potensi kerawanan yang muncul terkait kegiatan pesta demokrasi, Rabu (17/4/2019) mendatang.

"Saya bersama Pangdam Jaya telah melakukan kegiatan antisipasi baik kegiatan secara rutin sejak sebulan yang lalu yaitu, patroli gabungan, baik tingkat Polda dan Kodam, Polres dengan Kodim, Polsek-Koramil, bahkan kita dibantu juga dari Satpol PP itu melaksanakan kegiatan ini," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edi Pramono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4/2019).

Dikatakan Gatot, sasaran patroli jelas tempat atau lokasi yang memiliki potensi kerawanan dan gangguan keamanan. "Hal ini ditujukan untuk memberikan rasa aman, nyaman kepada masyarakat untuk datang ke TPS (tempat pemungutan suara) menggunakan hak pilihnya secara bebas agar tidak ada perasaan-perasaan khawatir, terintimidasi. Ini akan terus kita lakukan disamping tentunya petugas kita yang sudah ada diploting di TPS, maupun yang mendekati TPS seperti di Polsek dan Polres," ungkap Gatot.

Gatot menyampaikan, hingga hari ini belum ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan kerawanan yang dapat mengganggu situasi keamanan. "Tapi kita terus melakukan langkah-langkah deteksi dini untuk mengatahui potensi kerawanan yang bisa berkembang. Kita sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk itu," kata Gatot.

Sebelumnya, pada apel gelar kesiapsiagaan personel pengamanan pemilu di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (14/4) kemarin, Gatot menyebutkan, Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya menurunkan sekitar 38.000 personel gabungan untuk mengamankan pemilu.

"Jumlah pengamanan yang kita libatkan Polri-TNI jumlahnya 38.000 personel, 23.000 Polri, 15.000 TNI," ucap Gatot.

Menurut Gatot, aparat keamanan membagi status TPS menjadi beberapa tingkat kerawanan. Pertama TPS aman, TPS rawan, TPS sangat rawan, dan TPS khusus. Kriteria TPS aman meliputi TPS yang didominasi salah satu pasangan calon dan tidak pernah ada konflik sebelumnya. Sebaliknya, TPS rawan massa pasangan calon seimbang dan pernah ada konflik sebelumnya.

"TPS khusus itu rumah sakit, bandara dan lainnya. Kami siap mengamankan, masyarakat jangan ragu datang ke TPS," kata Gatot.

Gatot mengimbau, kepada seluruh komponen masyarakat dan media massa agar tetap menjaga situasi kondusif dan mendinginkan suhu politik. "Jangan ada provokator atau kompor yang mengakibatkan menjadi panas. Sekarang sudah dingin, kita pertahankan terus. Jangan sampai ada perpecahan. Kita jaga pemilu aman dan damai lancar. Siapa pun yang terpilih itu kehendak Allah," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com