100 Hari Pembunuhan Noven, Polisi Harus Ungkap Pelakunya

100 Hari Pembunuhan Noven, Polisi Harus Ungkap Pelakunya
Sejumlah warga menggelar doa dan tabur bunga di lokasi pembunuhan Yubelia Noven Cahya, Bogor, Jawa Barat, Senin (15/4). ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Selasa, 16 April 2019 | 11:00 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), siswi SMK Baranangsiang Bogor di Jalan Riau, Kota Bogor, Januari 2019 lalu sudah memasuki hari ke-100. Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat yang simpatik atas kasus tersebut mendatangi lokasi kejadian untuk menggelar doa bersama dan tabur bunga. Aksi yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (15/4) itu diikuti puluhan simpatisan.

"Kami dari berbagai latar belakang dan daerah yang simpati atas kasus ini. Semua sengaja datang karena ada informasi dari grup WhatsApp (WA) Save Noven akan memperingati 100 hari dengan tabur bunga dan doa bersama," kata salah satu warga.

Mereka berharap agar pelaku dalam kasus tersebut segera terungkap sehingga mendapatkan ganjaran hukuman yang setimpal. Jika tidak ada efek jera, kasus-kasus seperti itu akan terus bermunculan dan menghantui masyarakat.

Desakan kepada polisi juga disampaikan oleh Jeremy yang menjadi salah satu saksi kunci. Jeremy yang menjadi pacar terakhir dari Noven itu melalui kuasa hukumnya, Gregorius B Djako meminta polisi segera mengumumkan pembunuh Noven. Alasan diumumkan itu karena polisi sudah punya cukup bukti rekaman CCTV dan keterangan saksi.

"Polisi seharunya sudah bisa merilis siapa sesungguhnya penikam Noven untuk memberikan kepastian hukum dan mengakhiri kesimpangsiuran terkait pelaku penikaman," tegas Greg.

Menurut Greg, pengungkapan itu untuk memberikan kepastian bagi keluarga Noven juga para saksi-saksi yang salah satunya adalah Jeremy.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan, jajarannya saat ini masih fokus melakukan pengamanan jelang Pemilu pada 17 April 2019. "Nanti setelah Pilpres kita evaluasi lagi," kata Hendri kepada sejumlah wartawan di Mapolresta Bogor.

Dia menambahkan, kepolisian juga masih menunggu hasil pengembangan dari barang bukti rekaman CCTV yang sudah diserahkan kepada pihak FBI, beberapa waktu lalu. "Butuh waktu sekitar satu bulan bagi FBI untuk mempelajari, menganalisis, dan mengidentifikasi pelaku penusukan. FBI memiliki alat canggih yang mampu mengolah gambar dari tampilan sebuah rekaman video dengan jelas," ujarnya.

Dengan alat itu, sambung Hendri, diharapkan wajah pelaku penusukan yang terekam kamera CCTV itu dapat teridentifikasi. "Sambil menunggu hasil dari FBI seperti apa, kendalanya di mana. Kita tunggu hasilnya, kita sudah kirim mereka sedang proses," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan