BNN Sita 35 Bungkus Sabu di Truk Angkut Sayur

BNN Sita 35 Bungkus Sabu di Truk Angkut Sayur
Barang bukti 35 bungkus sabu-sabu disita BNN di dalam truk. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. BNN )
Bayu Marhaenjati / FER Sabtu, 25 Mei 2019 | 19:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN), menyita 35 bungkus narkotika di dinding bak truk yang mengangkut sayur kol atau kubis, di Jalan Tol Jakarta-Merak, Cilegon, Banten.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait akan ada pengiriman narkotika jenis sabu-sabu jaringan Aceh-Jakarta yang disembunyikan di dalam truk. Selanjutnya, tim BNN melakukan penyelidikan.

"Hasi penyelidikan mengarah kepada truk colt diesel bak warna kuning kombinasi BK 9434 EN bermuatan sayur kol atau kubis. Selanjutnya, BNN mendalami info dan mengikuti truk tersebut dari wilayah Lampung hingga menyeberang dari Bakauheni ke Merak," ujar Arman melalui keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com, Sabtu (25/5/2019).

Dikatakan Arman, tim BNN kemudian menghentikan laju truk itu di Jalan Tol Jakarta-Merak, selepas pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

"Setelah seluruh muatan atau sayuran dibongkar dan diturunkan, tim berhasil menemukan 35 bungkus narkotika jenis sabu-sabu, di dinding bak belakang truk," ungkap Arman.

Arman menyampaikan, sopir truk bernama Muazir telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, kernet truk hanya sebagai saksi karena tidak terlibat.

"Dari pengakuan Muazir, dia dapat sabu-sabu dari Riski atas perintah Ridwan," kata Arman.

Sejurus kemudian, BNN melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Riski, di Dusun Tanjung Putus, Kelurahan Gampong Jawa, Kecamatan Langsa, Kota Langsa, Aceh.

"Barang bukti yang disita 35 bungkus sabu-sabu seberat 35 kilogram, satu unit truk, beberapa handphone, kartu identitas. Hasil penggeledahan di rumah Rizki disita beberapa mobil, sepeda motor, uang tunai Rp 268 juta. Nanti ditindaklanjuti terkait TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang)," tandas Arman.



Sumber: BeritaSatu.com