Pelaku Vandalisme di Masjid Cilandak Mengidap Gangguan Kejiwaan

Pelaku Vandalisme di Masjid Cilandak Mengidap Gangguan Kejiwaan
Logo Beritasatu.com ( Foto: Dok Beritasatu.com )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 11 Juni 2019 | 22:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menangkap DFJ (35), pelaku vandalisme dengan modus mencoret dinding dua masjid di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Seusai dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan ternyata mengidap gangguan kejiwaan.

"Ada dua masjid yang dicoret oleh pelaku. Kita mencoba melakukan penyelidikan, kita dalami. Akhirnya tanggal 1 Juni kemarin, ditangkap satu orang diduga sebagai pelaku vandalisme itu. Inisialnya DJF, pekerjaan masih pengangguran, tinggalnya di Pondok Labu," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, Selasa (11/6/2019).

Dikatakan Indra, peristiwa vandalisme dinding Masjid Al Hikmah dan Masjid Nurul Falah, Cilandak, itu terjadi pada 18 April 2019 lalu. Ketika itu, pelaku mendatangi masjid menjelang salat subuh dan mencoret dindingnya berupa gambar tak senonoh.

"Ada saksi yang melihat, dan si pelaku ini menggunakan sepeda motor, pakai helm dan jaket. Setelah melakukan pencoretan, dia pergi meninggalkan masjid itu. Modus operandinya mendatangi TKP dan menyemperotkan cairan pilox ke dinding atau tembok masjid," ungkap Indra.

Indra menyampaikan, penyidik menemukan sejumlah barang bukti pada saat menangkap pelaku. Kemudian, penyidik melakukan pemeriksaan lebih dalam untuk mengungkap motivasi pelaku.

"Setelah kita dalami, dan sudah ada hasil dari pihak kedokteran khususnya dokter kejiwaan dari Rumah Sakit Bhayangkara, yang bersangkutan positif stres yaitu skizofrenia. Itu bahasa kedokterannya. Sudah diperiksa kejiwaannya ternyata mengalami gangguan," katanya.

Menurut Indra, berdasarkan keterangan, pelaku mulai mengalami gangguan ketika ibundanya meninggal. Kemudian, sebelum melakukan tindakan vandalisme yang bersangkutan juga sempat ribut dengan ayahnya.

"Jadi sampai saat ini, karena memang ada gangguan kita belum bisa memastikan apa yang jadi penyebab atau motivasi dia melakukan pencoretan terhadap masjid itu. Ini yang masih simpang siur, kita akan dalami, tetapi positif yang bersangkutan mengidap penyakit atau gangguan jiwa berupa skizofrenia. Ada ganggauan kejiwaan, stres tinggi sehingga dia melakukan itu," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com