Polisi dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 31,7 Kg Sabu dalam Mesin Es

Polisi dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 31,7 Kg Sabu dalam Mesin Es
Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Bea Cukai menunjukkan barang bukti penyelundupan sabu-sabu seberat 31,794 kilogram yang dimasukkan ke dalam mesin "ice maker" atau pembuat es lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 13 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / JAS Kamis, 13 Juni 2019 | 18:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Bea Cukai, menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 31,794 kilogram yang dimasukkan ke dalam mesin ice maker atau pembuat es lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tiga orang pengedar, dua orang warga negara Malaysia dan satu warga negara Indonesia ditangkap.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi pihak Kantor Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok yang mencurigai adanya pengiriman paket mesin es. Selanjutnya, Ditresnarkoba Polda Metro berkoordinasi dengan Bea Cukai melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray.

"Ketika dilakukan pengecekan, ternyata benar di dalam mesin ice maker itu ada narkotika," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/6/2019).

Dikatakan Argo, penyidik kemudian melakukan control delivery dengan membiarkan paket itu terkirim ke alamat yang dituju, yakni sebuah ruko, di Jalan Halim Perdana Kusuma, Jurumudi Baru, Benda, Kota Tangerang.

Ketika paket itu dikirim, dua orang tersangka berisinial DW (WNI) dan AT (WNA Malaysia) mengawasi di seberang jalan. Sejurus kemudian, polisi menangkap keduanya. Diketahui, sebelumnya tersangka DW sempat datang dan mengurus keluarnya paket itu, di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Saat dilakukan pemeriksaan, mereka mengaku mendapatkan perintah dari tersangka MJ alias Gordon (WNA Malaysia)," ungkapnya.

Argo melanjutkan, polisi kemudian melakukan pengembangan dan mendeteksi tersangka MJ hendak melarikan diri ke Singapura lewat Bandara Soekarno-Hatta.

"Tim melakukan pengejaran terhadap MJ yang akan melarikan diri ke Singapura, dan ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta," kata Argo.

Argo menyebutkan, total barang bukti yang disita sebanyak 30 paket narkotika terbungkus plastik teh cina, dengan berat 31.794 kilogram. Barang haram itu, dimasukkan ke dalam paket pengiriman mesin es dari Penang Malaysia dengan tujuan CV Hitech Mac dan Parts Trading, di Kota Tangerang.

"Jadi ini modus penyelundupan lewat laut, menggunakan ekspedisi. Kita akan terus berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk mengungkap peredaran narkotika yang dapat merusak generasi penerus bangsa," tandasnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 113 subsider Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto 132 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.



Sumber: BeritaSatu.com