Kuasa Hukum Sebut Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana Dikabulkan

Kuasa Hukum Sebut Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana Dikabulkan
Politikus Partai Amanat Nasional Eggi Sudjana (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, 13 Juni 2019. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 24 Juni 2019 | 15:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa hukum tersangka Eggi Sudjana, Hendarsam Marantoko mengatakan, permohonan penangguhan penahanan kliennya dikabulkan penyidik Polda Metro Jaya.

"Iya dikabulkan. Dibebaskan, ini lagi proses," ujar Hendarsam, Senin (24/6/2019).

Sebelumnya, tim kuasa hukum Eggi Sudjana telah menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya. Keluarga dan Direktur Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, menjadi penjamin penangguhan penahanannya.

Sementara itu, Sufmi juga sempat datang ke Polda Metro Jaya, hari ini. Tujuannya, hanya menjenguk Eggi dan beberapa tersangka yang ditahan di Mapolda Metro Jaya.

"Tengok kawan-kawan saja. Ada pak Eggi, yang ditahan kan banyak, dilihat kondisinya. Cuma 30 menit saja, sebentar," ungkap Sufmi.

Sufmi menyampaikan, Eggi Sudjana dalam kondisi sehat, dan tidak ada keluhan selama ditahan. Namun, yang bersangkutan mengaku kangen dengan keluarga.

"Sehat, baik-baik saja. Nggak ada (keluhan), cuma kangen saja, kangen anak," katanya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka kasus dugaan makar dan atau menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan suatu keonaran, seperti yang diatur dalam Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP Juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Setelah melakukan penangkapan, penyidik kemudian memutuskan menahan Eggi Sudjana, di Rutan Polda Metro Jaya, Selasa (14/5/2019). Alasan penahanan karena subyektifitas penyidik agar yang bersangkutan tidak menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya atau melarikan diri.



Sumber: BeritaSatu.com