Melawan, Perampok Toko Tewas Ditembak Polisi

Melawan, Perampok Toko Tewas Ditembak Polisi
Ilustrasi. ( Foto: BSMH )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 2 Juli 2019 | 17:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penjahat kambuhan atau residivis berinisial D (32), tewas ditembak polisi karena melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap terkait kasus perampokan toko, di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (2/7/2019). Sementara itu, kawannya berinisial HP (25) ditembak di bagian kaki karena berusaha kabur.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), di Toko Alva Store, Kota Tangerang. Kemudian, Subdit Resmob membentuk tim dan melakukan penyelidikan.

"Setelah melakukan penyelidikan, bertanya kepada saksi, membuka data base berkaitan dengan kasus-kasus curas, penyidik menemukan dua nama," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/7/2019).

Dikatakan Argo, awalnya polisi menangkap tersangka HP, di kawasan Srengseng, Jakarta Barat. Selanjutnya, penyidik membawanya untuk dilakukan pengembangan.

"Setelah kita melakukan pemeriksaan terhadap tersangka HP, ternyata tersangka ini berdua dengan tersangka D melakukan kegiatan pencurian dengan kekerasan," ungkapnya.

Argo menyampaikan, penyidik selanjutnya mendapatkan tersangka D di kawasan Palmerah. Namun, ketika akan ditangkap yang bersangkutan melakukan perlawanan sehingga penyidik menembaknya. Tersangka D akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan darah pada saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kita lakukan tindakan tegas terukur (tembak), namun dalam perjalanan kehabisan darah. Tersangka D adalah residivis. Kemudian sudah melakukan kegiatan curas baik itu di toko pakaian, kelontong sudah lebih dari lima kali. Ada laporan polisinya," katanya.

Sementara itu, penyidik juga terpaksa melumpuhkan tersangka HP dengan menembak kakinya karena berusaha kabur dari mobil ketika penyidik hendak menangkap tersangka D.

Argo menambahkan, modus kedua tersangka adalah berkeliling naik sepeda motor mencari target, pada saat toko mau tutup, sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka beraksi di pinggiran Jakarta, seperti Bekasi, Depok dan Tangerang.

"Saat jalan observasi, dia menemukan toko yang dijaga sendiri, kemudian dia berhenti pura-pura mau beli. Kebetulan di Toko Alva Store hanya ada kasir (ketika kejadian), jadi ada kesempatan masuk," jelas Argo.

Menurut Argo, ketika situasi dinilai aman, kedua bandit itu langsung mengeluarkan golok yang memang selalu dibawa ketika beraksi.

"Golok ini selalu diselipkan di pinggang, dan langsung diambil, diarahkan ke leher korban. Dua-duanya menggunakan golok, sehingga korban takut cemas. Lalu tersangka mengambil handphone dan uang di laci kasir, kemudian melarikan diri," tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka HP dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukumannya 9 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com