Ibu Bawa Anjing ke Masjid Disarankan Dirawat di RSJ

Ibu Bawa Anjing ke Masjid Disarankan Dirawat di RSJ
Aksi wanita berinisial SM saat membawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh kawasan Sentul City Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/6/2019). ( Foto: BeritaSatu Photo )
Bayu Marhaenjati / CAH Selasa, 2 Juli 2019 | 18:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - SM, perempuan paruh baya yang membawa seekor anjing masuk ke dalam Masjid Al Munawaroh, Kabupaten Bogor, dipastikan mengalami gangguan kejiwaan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia disarankan menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa (RSJ)

Kepala RS Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto Brigjen Pol Musyafak mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan klinis, observasi setiap jam per jam untuk melihat perubahan sikap SM selama pemeriksaan, wawancara, dan pemberian obat selama dua hari belakangan.

"Dari dua hari ini secara maraton, dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang sebelumnya merawat dr Lahargo dan dr Yenny, itu memang bisa disimpulkan adanya gangguan kejiwaan," ujar Musyafak, Selasa (2/7/2019).

Dikatakan Musyafak, langkah selanjutnya pihak RS Bhayangkara Polri akan mengusulkan kepada penyidik agar SM diberikan pengobatan di rumah sakit jiwa.

"Iya dari hasil pemeriksaan dan observasi kemarin selama dua hari ya, itu kita akan beri masukan atau saran ke penyidik untuk tidak lanjut dan dirawat di RSJ. Usulan kami, adapun pelaksanaan tergantung penyidik. Pengobatan ya, sudah dipastikan gangguan jiwa selain secara marathon dua hari observasi, pemeriksaan dan medical record yang disampaikan ke kami," ungkapnya.

Musyafak menyampaikan, SM memang nampak gelisah dan tidak stabil ketika polisi membawanya ke RS Bhayangkara Polri.

"Pas datang pertama kali memang gelisah dan agak kurang stabil. Kemudian kami lakukan pemeriksaan sekaligus berikan penanganan dengan injeksi oleh dokter ahli psikiater, akhirnya agak tenang dan bisa lakukan pemeriksaan, wawancara dan sebagainya mulai kemarin sampai hari ini," katanya.

Musyafak menuturkan, pihak RS Bhayangkara Polri akan mengarahkan agar penyidik merujuk SM ke rumah sakit jiwa yang dekat dengan rumahnya. Namun, semua bergantung keputusan keluarga dan penyidik.

"Kita sarankan yang dekat dengan rumah, yang biasanya kontrol di sana ya. Bahkan dr Lahargo sudah sarankan untuk dirawat, tapi yang bersangkutan tidak mau. Jadi kontrol pun kadang mau kadang tidak, begitu juga obat kadang diminum kadang tidak. Jadi barangkali kambuh, jadi melakukan tindakan itu kemarin di masjid," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com