Polisi Gadungan Curi Motor di Pospol Sudah 4 Kali Lamar Jadi Polisi

Polisi Gadungan Curi Motor di Pospol Sudah 4 Kali Lamar Jadi Polisi
Anggota Polres Metro Jakarta Utara menunjukkan barang bukti dari kasus polisi gadungan yang melakukan pencurian sepeda motor dinas maupun sepeda motor titipan tilangan yang disimpan di sejumlah Pos Polisi di Jakarta Utara, Rabu, 31 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / CAH Rabu, 31 Juli 2019 | 19:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Utara menciduk 7 orang komplotan pencuri kendaraan sepeda motor dinas kepolisian maupun barang bukti sitaan tilang pada Senin (29/7/2019). Aksi ini dilakukan dengan modus salah satu pelaku menjadi polisi gadungan.

Tersangka Arief Septian Budinugroho (ASB) berusia 22 tahun warga Sungai Bambu Tanjung Priok menyamar jadi polisi dengan seragam dan peralatan lengkap. Dia menjadi pelaku tindakan pencurian sepeda motor di pos polisi.

"ASB melakukan penyamaran untuk melakukan pencurian dengan pemberatan sepeda motor di sejumlah Pos Polisi seperti di MOI, Bintang Mas, dan Permai," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Mapolres, Rabu (31/7/2019).

Selain ASB, polisi juga mengamankan 6 orang lainnya yang berperan untuk mendukung proses pencurian sepeda motor yakni M. Sobari (27), Surya Setia Budi (21), Reynald Agustin (22), Ifan Apriyanto (18), Asep Khaerudin (36), dan Suyatno (45).

"Pelaku sudah 4 kali daftar menjadi anggota Polisi tapi gagal terus. Dia melakukan aksinya dengan menggunakan seragam Polri yang dalam dokumentasi foto berpangkat Bripda. Namun dari seragam yang kita temukan di kediamannya sudah menjadi pangkat Briptu atau naik pangkat setingkat," jelas Budhi.

Dikatakannya pelaku ASB dengan baju polisi dengan tenang mengambil motor di pos polisi yang diincar. Kemudian dengan rekannya membawa kendaraan mobil untuk mengangkut kendaraan tersebut.

"Kita juga tengah melakukan penyelidikan apakah pelaku juga melakukan kegiatan pungutan liar (pungli) saat menyamar menggunakan seragam polisi tersebut," tutur Budhi.

Budhi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi polisi gadungan yang melakukan tindakan kriminalitas ataupun pungli. Ia juga memberikan tips untuk membedakan polisi asli dan polisi gadungan.

"Dari penampilan fisik memang tidak bisa dibedakan antara polisi gadungan dan polisi asli namun masyarakat bisa melihat perbedaannya dari kartu anggotanya atau surat tugas," tandas Budhi.



Sumber: Suara Pembaruan