Kasus Video Bau Ikan Asin, Rey Utami Minta Maaf

Kasus Video Bau Ikan Asin, Rey Utami Minta Maaf
Pasangan YouTuber Pablo Benua (kanan) dan Rey Utami menyapa awak media di sela pemeriksaan kasus "ikan asin" di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2019). ( Foto: Antara Foto / Ricky Prayoga )
Bayu Marhaenjati / CAH Rabu, 31 Juli 2019 | 19:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Rey Utami, menuliskan surat berisi pernyataan minta maaf kepada Fairuz A Rafiq dan perempuan Indonesia, terkait video bau ikan asin. Surat itu ditulis Rey, di dalam Ruang Tahanan Polda Metro Jaya.

"Rey Utami tadi pagi menulis surat permintaan maaf di tahanan. Dia sudah lama mau menulis surat permintaan maaf," ujar pengacara Rey Utami, M Burhanuddin, Rabu (31/7/2019).

Sebelumnya, tersangka Galih Ginanjar dan Pablo Benua -suami Rey- juga telah menuliskan surat permohonan maaf.

Berikut isi surat permintaan maaf Rey Utami:

"Saya Rey Utami dengan ini menyatakan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada:

1. Ibu Fairuz Arafiq beserta kelurga.
2. Seluruh masyarakat Indonesia.

Sehubungan kasus ikan asin yang menghebohkan tersebut bahwa saya sebagai host dalan konten Youtube tersebut tidak bermaksud melecehkan, melukai hati, menghina, mencemarkan nama baik Ibu Fairuz Arafiq maupun wanita lain di Indonesia.

Apabila tindakan wawancara dalam konten Youtube tersebut telah melukai hati Ibu Fairuz Arafiq, maka sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sehubungan dengan penahanan yang saya jalani saat ini, dimana saya masih memiliki seorang anak yang masih berumur 1 tahun yang membutuhkan kasih sayang dan perawatan seorang ibu, maka pada kesempatan ini saya memohon untuk penahanan saya ditangguhkan atau dialihkan menjadi tahanan kota. Dan, saya berjanji akan kooperatif mengikuti proses hukum.

Demikian pernyataan maaf ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa paksaan dari siapapun."

Surat itu, dibuat tanggal 31 Juli 2019, bermaterai 6.000, dan ditandatangani oleh Rey Utami.

Sebelumnya diketahui, Fairuz A Rafiq meradang dan membuat laporan dengan nomor LP/3914/7/2019/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 1 Juli 2019, lantaran Galih Ginanjar yang merupakan mantan suaminya diduga menyebut dirinya bau ikan asin dalam sebuah wawancara di akun Youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua.

Fairuz melaporkan Galih, Rey Utami dan Pablo Benua dengan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-undang ITE.

Setelah melakukan penyelidikan dan gelar perkara, penyidik kemudian menetapkan Galih, Rey dan Pablo sebagai tersangka. Termasuk, melakukan penahanan terhadap ketiganya di Mapolda Metro Jaya.

 



Sumber: BeritaSatu.com