Kena Sanksi, Galih Ginanjar Masuk Ruang Isolasi

Kena Sanksi, Galih Ginanjar Masuk Ruang Isolasi
Galih Ginanjar (kiri) ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / CAH Selasa, 6 Agustus 2019 | 21:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tindakan pengacara Farhat Abbas yang sempat merekam permintaan maaf tersangka kasus "bau ikan asin" Galih Ginanjar, di dalam Rutan Polda Metro Jaya, berbuntut panjang. Karena hal itu, Galih dikenakan sanksi dimasukkan ke dalam ruang isolasi dan tidak boleh dijenguk selama sepekan.

"SOP (standar operasional prosedur) nggak boleh. Makanya, berkaitan dengan itu yang kena (sanksi) tahanannya (Galih). Nggak boleh dibesuk selama seminggu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (6/8/2019).

Sementara itu, Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan, Galih mendapatkan sanksi dimasukkan ke sel isolasi dan tidak boleh dijenguk selama sepekan.

"Sel isolasi. Nggak boleh (dijenguk). Jadi siapapun yang besuk itu, HP tidak boleh dibawa. Diperiksa oleh anggota kita. Ya, mungkin dia menyembunyikan di suatu tempat," ungkap Barnabas.

Barnabas menyampaikan, dirinya juga sudah melakukan teguran kepada anggota yang bertugas ketika itu.

"Teguran dari saya, bagaimana pun juga, apapun anggota saya kurang teliti, aturan seperti itu. Ya teguran keras, kalau sampai dua kali grounded," kata Barnabas.

Diketahui, sebuah rekaman video permintaan maaf Galih Ginanjar kepada mantan istrinya Fairuz A Rafiq, beredar di media sosial. Pada rekaman video itu, Galih terlihat menggunakan baju berwarna hitam dengan latar belakang jeruji tahanan.

Rakaman video itu diduga diambil pengacara Farhat Abbas ketika menjenguk Galih, beberapa waktu lalu. Galih sendiri memang sedang menjalani proses hukum dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, terkait kasus video bau ikan asin.

Sebelumnya, Fairuz meradang dan membuat laporan dengan nomor LP/3914/7/2019/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 1 Juli 2019, lantaran Galih yang merupakan mantan suaminya diduga menyebut dirinya bau ikan asin dalam sebuah wawancara di akun Youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua.

Fairuz melaporkan Galih, Rey Utami dan Pablo Benua dengan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-undang ITE.



Sumber: BeritaSatu.com