Polisi Tahan Tersangka Penyerang Kafe di Tebet

Polisi Tahan Tersangka Penyerang Kafe di Tebet
Aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan. ( Foto: ist )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 9 Agustus 2019 | 21:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Selatan, menetapkan delapan tersangka terkait kasus penyerangan terhadap pendukung PSM Makassar (Gue PSM), ketika menggelar nonton bareng laga Final Leg Kedua Piala Indonesia, di Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019) kemarin. Lima orang diantaranya ditahan, sementara tiga lainnya dipulangkan karena masih di bawah umur, tapi proses hukumnya tetap berjalan.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, akhirnya kita telah menetapkan tersangka sebanyak delapan orang. Awalnya sembilan orang, setelah kami dalami ternyata saat ini ada delapan orang," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, Jumat (9/8/2019).

Dikatakan Indra, kedelapan tersangka berinisial GDP, SF, FR, S, TR, ZA, AS, dan MRS. Profesi mereka ada yang merupakan pengamen, tukang parkir, pegawai, dan pelajar.

"Dari delapan orang itu, lima orang sudah dewasa, tiga orang masih kategori di bawah umur karena masih sekolah. Yang jelas kita lakukan penahanan, tiga orang ini dengan jaminan orang tua karena masih sekolah. Tetap kita proses kasusnya, namun tidak ditahan. Prosesnya tetap berjalan," ungkap Indra.

Indra menyampaikan, peran pelaku adalah melakukan penyerangan dan pelemparan batu terhadap pendukung PSM Makassar yang sedang nonton bareng, di Kafe Komandan.

"Termasuk barang-barang yang lainnya juga, dia gunakan untuk melempari suporter PSM di Kafe Komandan," kata Indra.

Indra menyampaikan, polisi menangkap para pelaku berdasarkan hasil identifikasi rekaman video dan kamera pengawas atau CCTV, di lokasi.

"Beberapa rekaman dan CCTV yang bisa kita identifikasi sehingga menjadi dasar untuk menangkap pelaku. Setelah kita dalami, kronologinya ketika hasil pertandingan dimenangkan PSM, setelah itu penonton melakukan selebrasi, dia berjoget di Kafe Komandan. Para pelaku ini melihat selebrasi itu mereka spontanitas tidak terima langsung melakukan lemparan. Alasannya sepeti itu," tandasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 7 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com