Tersangka Kivlan Zen dan Habil Marati Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka Kivlan Zen dan Habil Marati Diserahkan ke Kejaksaan
Kivlan Zen (kanan). ( Foto: ANTARA FOTO )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polda Metro Jaya, telah melakukan pelimpahan tahap dua tersangka Kivlan Zen dan Habil Marati, berikut barang bukti ke kejaksaan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pelimpahan tahap dua dilakukan menyusul berkas perkara kedua tersangka yang sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.

"Jadi untuk tersangka KZ sudah P21 tanggal 16 Agustus, kemudian untuk tersangka HM tanggal 21 Agustus, kemarin," ujar Argo, Kamis (22/8/2019).

Dikatakan Argo, kedua tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke kejaksaan, siang ini.

"Hari ini, tadi jam 12.00, diserahkan bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Iya dua-duanya (Kivlan dan Habil)," ungkap Argo.

Diketahui, penyidik menetapkan Kivlan Zen sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Rabu (29/5/2019) sore. Polisi menangkap Kivlan begitu selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar, di Bareskrim Mabes Polri.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Kasus ini disebut juga terkait dengan penangkapan enam orang berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka tentang kepemilikan senjata api ilegal, diduga terkait kerusuhan 21-22 Mei dan rencana pembunuhan beberapa tokoh.

Sementara itu, Habil Marati disangka sebagai donatur para eksekutor yang berencana membunuh empat pejabat yakni, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, Staf Sus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, ditambah satu direksi Charta Politika, Yunanto Wijaya.

Habil diduga memberikan dana sebesar SGD 15.000 kepada tersangka Kivlan Zen untuk operasional dan membeli senjata api ilegal. Habil pun kemudian, ditangkap di kediamannya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

 



Sumber: BeritaSatu.com