Polisi Bekuk Sindikat Penipu Jual Apartemen Fiktif di Ciputat

Polisi Bekuk Sindikat Penipu Jual Apartemen Fiktif di Ciputat
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margono ( Foto: Beritasatu TV )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 22 Agustus 2019 | 21:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat Sub Direktorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membekuk tiga tersangka sindikat penipuan penjualan apartemen fiktif, di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Sebanyak 455 orang calon pembeli menjadi korban, dengan kerugian mencapai sekitar Rp 30 miliar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pranowo mengatakan, korban dari sindikat ini mencapai sekitar 455 orang, namun baru puluhan yang membuat laporan. Para korban ini sudah ada yang membayar lunas, namun ketika dicek apartemen yang dijanjikan tidak ada.

"Ini kasus jual apartemen, korbannya sudah ada yang bayar lunas, ada juga yang belum. Tapi begitu dicek apartemennya tidak ada. Kurang lebih (kerugian) Rp 30 miliar," ujar Gatot, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/8/2019).

Ketiga tersangka yang ditangkap berinisial AS, berperan sebagai direktur utama PT M periode tahun 2016-2017, merangkap marketing pemasaran apartemen; kemudian KR berperan menjadi direktur utama periode 2017-2019 pembangunan apartemen; dan PJ orang yang berperan mengendalikan tersangka AS dan KR dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan apartemen, dan menerima uang pembayaran serta
yang menggunakan uang perusahaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto menuturkan, para tersangka membanderol harga murah dan hadiah agar para korban tertarik.

"Para tersangka mendirikan perusahaan PT M pada tahun 2016. Kemudian, membuat brosur pemasaran apartemen dengan harga murah Rp 150 juta dan bonus hadiah menarik. Mereka ada kantornya dan menawarkannya di internet," kata Suyudi.

Menurut Suyudi, pelaku menjanjikan Apartemen Ciputat Resort rampung pada tahun 2019, namun ternyata hingga saat ini mereka belum mengajukan dan mendapatkan izin mendirikan bangunan.

"Sampai saat ini, tidak ada pembangunan sama sekali. PT M belum pernah meminta permohonan izin mendirikan bangunan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan. Namun, mereka sudah memasarkan," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol M Gafur Siregar mengatakan, tersangka PJ memang pernah bekerja di bidang properti dan memiliki sebuah perusahaan bernama PT P. Dia sempat membangun sebuah apartemen di kawasan BSD Tangerang, namun akhirnya mangkrak.

"Kemudian, awal 2016, tersangka PJ membuat PT M dengan bidang yang sama. Kemudian, mengajak tersangka AS sebagai dirut, kemudian tahun 2017 digantikan tersangka KR dengan tugas mengelola dalam pemasaran Apartemen Ciputat Resort," jelasnya.

Gafur menuturkan, modus para tersangka adalah memasarkan Apartemen Ciputat Resort dengan membuat kantor pemasaran di lokasi.

"Kemudian, membuat brosur dengan janji akan diberikan hadiah dan harga diskon besar atau harga murah. Iya tersangka PJ otaknya. Ketiganya masih keluarga," tandasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

 



Sumber: BeritaSatu.com